Kasus Petani Bawang Nawungan, DPRD Bantul Minta Bupati Beri Solusi
Beberapa petani bawang merah di Padukuhan Nawungan, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, mendatangi DPRD Bantul, Senin (16/8/2021).
Beberapa petani bawang merah di Padukuhan Nawungan, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, mendatangi DPRD Bantul, Senin (16/8/2021).
Persoalan pembelian bawang merah petani Nawungan senilai Rp340 juta yang belum dibayarkan dengan pihak pembeli kian menemui titik terang. Kedua belah pihak didampingi Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul bakal melakukan pertemuan dalam waktu dekat.
Kasus belum dibayarkannya hasil panena petani Nawungan yang mencapai Rp340 juta sisa oleh koperasi rekomendasi dariĀ Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul menjadi perhatian Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Ia mengimbau kepada para petani untuk berhati-hati saat bertransaksi. Agar kasus yang dialami oleh petani Nawungan tidak kembali terjadi.
DPRD Bantul telah menerima aduan dari para petani bawang merah Nawungan terkait dengan belum dibayarkannya uang senilai Rp340 juta hasil panen mereka oleh koperasi yang merupakan pihak ketiga dan mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul.
Teka teki pihak ketiga yang membeli panen bawang merah dan belum membayarkan uang senilai Rp340 juta kepada petani Nawungan akhirnya terungkap.
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo memanggil Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul Yus Warseno, menyusul belum dibayarkannya uang senilai Rp340 juta dari pihak ketiga kepada petani bawang merah di Nawungan, Selopamioro, Imogiri.
Sejumlah petani bawang merah di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, mengaku resah menyusul belum diterimanya uang dari pihak ketiga yang membeli hasil pertanian mereka pada Mei lalu.
Dana hibah tersebut diberikan untuk meningkatkan hasil produksi hasil hutan, meliputi produksi madu, empon-empon, jamur, kompos, mebelair, dan ekowisata.
Iwan Supardi, petani asal Dukuh Ngampunan, RT 22, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen, ditemukan meninggal dunia di sawahnya, Kamis (13/5/2021) siang.
Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso menilai keputusan pemerintah mempersiapkan impor beras saat panen raya kurang tepat. Sebab, secara psikologis akan berdampak pada pasar beras dalam negeri.