Duh...Harga Cabai Sudah Meroket
Memasuki musim hujan harga cabai kembali melambung di pasaran. Pedagang pasar pilih kurangi pasokan karena harganya terlampau tinggi.
Memasuki musim hujan harga cabai kembali melambung di pasaran. Pedagang pasar pilih kurangi pasokan karena harganya terlampau tinggi.
Harga cabai masih tinggi dalam satu bulan ini, curah hujan yang tinggi sehingga membuat kualitas cabai ataupun jumlah panen menurun, diduga menjadi penyebabnya.
Anjloknya harga cabai merah keriting di tingkat petani di Kulonprogo pada masa pandemi Covid-19 direspons Pemkab. Melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo, komoditas produksi petani pesisir itu dijual kepada aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan pemerintahan dengan harga yang lebih tinggi.
Sejumlah petani cabai di Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman harus gigit jari saat masa panen kali ini. Pasalnya, tanaman cabai milik mereka gagal panen lantaran diserang hama Anthraknosa.
Mahalnya harga cabai rawit merah alias cabai setan di kalangan pedagang Pasar Wates beberapa hari terakhir yang mencapai Rp85.000 per kilogram salah satunya dipicu harga cabai di kalangan petani yang sudah terlebih dulu mahal.
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal, Srigading, Sanden, Bantul, menyebut hampir semua tanaman cabai yang ada di wilayah pesisir selatan Bantul saat ini terserang penyakit patek atau Antraknosa.
Harga cabai rawit merah di Pasar Wates, Kapanewon Wates beberapa waktu terakhir bisa mencapai Rp90.000 perkilogram. Stok yang menipis dan peralihan pola tanam jadi sebabnya.
Harga komoditas cabai merah keriting di tingkat petani di Kulonprogo anjlok dari Rp18.000 per Kg, menjadi Rp9.000-Rp12.000 per Kg. Kondisi ini membuat petani khawatir. Harga itu akan membuat mereka merugi.
Kementerian Pertanian memastikan harga cabai segera turun menyusul akan dimulainya panen dalam 2 minggu ke depan.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Hariyadi [kini dipromosikan menjadi Asisten Sekda 3 Setda Bantul] menyampaikan untuk mensiasati keuntungan tengkulak cabai, para petani harus menjual hasil panennya ke pedagang pasar langsung.