Peneliti: Ganja Kurangi Gejala Penyakit Parkinson
Peneliti di Jerman menyebut ganja dapat meringankan gejala banyak penyakit, termasuk penyakit Parkinson (PD).
Peneliti di Jerman menyebut ganja dapat meringankan gejala banyak penyakit, termasuk penyakit Parkinson (PD).
Manfaat medis terbesar dari ganja adalah kaitannya dengan melawan kanker. Ada sejumlah bukti bagus yang menunjukkan cannabinoid dapat membantu melawan kanker.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghapus ganja dari daftar narkotika atau obat terlarang paling berbahaya di dunia.
Sebuah pesawat tak berawak (drone) menjatuhkan paket yang tampak seperti ganja di atas lapangan utama Tel Aviv, Kamis (3/9/2020. Hal itu terjadi etelah aktivis yang mendukung legalisasi obat tersebut di Israel berjanji memberi ganja gratis dari udara di media sosial.
Kementerian Pertanian mencabut keputusan terkait ganja menjadi tanaman obat.
Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengkaji kembali soal penetapan ganja (Cannabis sativa) sebagai tanaman obat dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan terkait, seperti Badan Narkotika Nasional dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Kementan memberikan klarifikasi lengkap soal penetapan ganja sebagai tanaman obat yang sudah sesuai dengan aturan sejak 2006.
Indonesia mengambil sikap dari beberapa rekomendasi yang disampaikan Word Health Organization (WHO) mengenai legalitas ganja yang digunakan untuk medis. WHO memberikan rekomendasi penggunaan ganja untuk pengobatan, namun tidak semua negara menerima rekomendasi tersebut. Salah satunya Indonesia. Indonesia memberikan tanggapan bahwa Indonesia secara tegas menolak.
Seorang pemuda asal Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Franky Ervan Setiawan (FES), 24, kedapatan mengedarkan narkoba jenis ganja. Ganja milik FES dijual dalam bentuk kue brownies dan kukis.
Parlemen Lebanonmengesahkan izin menanamganja atau mariyuana (Cannabis sativa) untuk kebutuhan medis pada Selasa (21/4/2020).