Menlu Turkiye: ISIS Kini Jadi Alat Politik Sejumlah Negara
Menlu Turkiye Hakan Fidan menilai ISIS kini melemah dan dimanfaatkan sejumlah negara sebagai alat politik, bukan lagi ancaman sistematis.
Menlu Turkiye Hakan Fidan menilai ISIS kini melemah dan dimanfaatkan sejumlah negara sebagai alat politik, bukan lagi ancaman sistematis.
Polisi Turki telah menahan 72 orang yang diduga memiliki kaitan dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.
Kelompok ISIS pada Kamis (4/1) mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan bom mematikan di Kota Kerman, Iran tenggara.
Densus 88 Antiteror Polri menemukan belasan senjata di rumah terduga teroris berinisial DE yang merupakan pegawai PT KAI di Bekasi Utara.
Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengumumkan pemimpin baru mereka adalah Abu Al-Hassan al-hashemi al-Quraish setelah pemimpin sebelumnya tewas diserang pasukan khusus Amerika Serikat (AS) pada Februari.
Tim Gabungan TNI-Polri menerjunkan 60 personel untuk menggeledah bekas Markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat.
ISISmengaku bertanggung jawab atas ledakan bom saat pemakaman nonmuslim di Kota Jeddah Laut Merah Saudi, yang melukai sejumlah orang, meski tak ada bukti yang memperkuat klaim tersebut, Kamis (12/11/2020).
Kelompok ISIS disebutkan berada di balik serangan terhadap sebuah penjara di Afghanistan timur yang mengakibatkan 29 orang tewas dan ratusan tahanan melarikan diri.
Anak-anak dari etnis minoritas Yazidi, yang selamat dari penahanan brutal oleh kelompok ISIS atau Negara Islam di Irak, menderita masalah kesehatan fisik dan mental yang parah.
Begawan hukum Prof Gayus Lumbuun yang juga mantan hakim agung meminta pemerintah tetap melakukan tindakan hukum sesuai prosedur hukum terhadap WNI yang ikut ISIS dan kini terkatung-katung di Suriah.