Belajar dari Kecelakaan Pegowes di Bantul, Ini Imbauan Pemkot Jogja untuk Pesepeda
Jalanan di Jogja kini banyak dijejali para pegowes.
Jalanan di Jogja kini banyak dijejali para pegowes.
Minat masyarakat untuk bersepeda di tengah pandemi tampaknya belum surut. Hal tersebut ditandai dengan masih tingginya penjualan sepeda di toko-toko.
Penyelenggara balap sepeda internasional Tour d'Indonesia (TdI) 2020 memutuskan menggelar balapan virtual pada tahun ini sebagai pengganti pelaksanaan kejuaraan sesungguhnya yang telah dibatalkan akibat pandemi virus Corona.
Ratusan sepeda diparkir rapi di sebuah bangunan di Jalan Ngabean, Ngampilan, Kota Jogja. Tidak terlihat debu yang menempel di setang, sadel, dan pedal. Ruji-ruji dan pelek tampak mengilap.
Fenomena gowes alias bersepeda kini populer di tengah pandemi Covid-19. Jamak ditemukan rombongan maupun kelompok kecil goweser mengisi ruas-ruas jalan.
Meninggalnya pesepeda asal Kabupaten Bantul karena kelelahan ketika menanjak di wilayah Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo beberapa waktu lalu memunculkan keprihatinan dari pegiat sepeda di Kulonprogo. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting agar pegowes lebih berhati-hati dalam menjalani olahraga tersebut.aMeninggalnya pesepeda asal Kabupaten Bantul karena kelelahan ketika menanjak di wilayah Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo beberapa waktu lalu memunculkan keprihatinan dari pegiat sepeda di Kulonprogo. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting agar pegowes lebih berhati-hati dalam menjalani olahraga tersebut.
Seorang goweser alias pesepeda asal Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Aloisius Sumarjono, 46, meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda lipat saat menanjak di Jl. Sentolo-Muntilan, Dusun Sanggrahan, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, Minggu (14/6). Goweser tersebut diduga tewas karena kelelahan.
Tak dimungkiri jika di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan bersepeda semakin digandrungi banyak orang di Indonesia.
Lereng Merapi pada Minggu (14/6/2020) ramai disambangi pesepeda. Meski begitu, Satpol PP Kabupaten Sleman tetap mengimbau pesepeda tertib protokol pencegahan Covid-19.
Aparat tetap akan membubarkan kerumunan orang yang tidak mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Termasuk kalangan pegowes yang nekat berkerumun.