Banyak Warga Jogja Keluar Bersepeda, Begini Arahan Pemkot
Warga Jogja yang hobi bersepeda tetap diminta menggunakan masker.
Warga Jogja yang hobi bersepeda tetap diminta menggunakan masker.
Meningkatnya tren bersepeda di Kota Jogja membuat sebagian penjual sepeda yang ada di pasar Gabungan Pedagang Sepeda Bekas Yogyakarta (GAPSSTA) bernapas lega. Pasalnya, sejak bulan April banyak dari pedagang yang kehilangan pelanggan mereka akibat pandemi Covid-19.
Sebuah fenomena baru muncul di masa pandemi Covid-19. Masyarakat berbondong-bondong melakukan aktivitas bersepeda. Mereka melakukannya di jalan-jalan yang kini cenderung lebih sepi karena ada pembatasan fisik dan sosial.
Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas bersepeda tiba-tiba menjadi marak di masyarakat. Di jalanan yang kini sepi karena adanya pembatasan fisik, kini banyak terlihat pesepeda.
Fakultas Teknik UGM menggelar Technoride Epic Endurance Cycling 2020 dengan melibatkan ratusan pegowes yang akan menempuh jarak puluhan kilometer, pada Minggu (16/2/2020). Kegiatan memperingati Hari Pendidikan Teknik ke-74 ini sekaligus untuk mengungkap kedigdayaan teknologi masa lalu dengan mengajak pegowes berhenti di sejumlah titik candi.
Kota Jogja akan dibanjiri ribuan pesepeda dari dalam dan luar negeri dalan Pruride Indonesia 2019 pada Sabtu (7/12/2019) hingga Minggu (8/12/2019). Para pesepeda akan menempuh rute ratusan kilometer dengan start dan finish di Stadion Mandala Krida. Para pesepeda akan melalui sejumlah titik kawasan wisata budaya serta melewari beberapa daerah dengan pemandangan menarik di wilayah DIY.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan fungsi dan sanksi atas pelanggaran marka jalan yang menjadi penanda jalur sepeda.
Dalam menyambut HUT ke 74 Kemerdekaan RI, Jogja Bike mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan sejumlah komunitas sepeda menapaktilasi jalur perjuangan dengan mengangkat tajuk Jogja Merdeka Bersepeda.
Dalam event gowes yang start di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Sabtu (20/7/2019) malam itu, peserta akan menempuh jarak race sepanjang 145 kilometer dan nonrace sepanjang 130 kilometer.
Aksi kepedulian untuk masyarakat terdampak tsunami Selat Sunda bisa datang dari mana saja. Walaupun bencana tsunami Selat Sunda sudah terjadi tiga bulan lalu, akan tetapi kondisi masyarakat khususnya para nelayan di Banten masih merasakan duka mendalam karena hingga kini perahu-perahu yang biasa dibuat melaut masih rusak akibat terjangan gelombang tsunami Desember tahun lalu.