Perundingan Iran-AS Buntu, Harga BBM Global Terancam Melonjak
Gagalnya perundingan Iran-AS picu harga minyak dunia naik. Bahkan berpotensi tembus US$200 per barel, berdampak pada BBM dan ekonomi global.
Gagalnya perundingan Iran-AS picu harga minyak dunia naik. Bahkan berpotensi tembus US$200 per barel, berdampak pada BBM dan ekonomi global.
Ancaman blokade Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dan menekan Wall Street.
Harga minyak Brent naik 2,5% dipicu gangguan Selat Hormuz dan ketegangan Iran. Pasokan global terancam, pasar kembali cemas.
Harga minyak dunia anjlok di bawah US$100 usai AS dan Iran sepakat gencatan senjata sementara.
Uni Eropa siapkan skenario darurat krisis energi, termasuk opsi pembatasan BBM akibat konflik Timur Tengah.
Harga minyak dunia naik, pemerintah masih mengkaji efisiensi belanja negara untuk menahan defisit APBN.
Produksi minyak Kuwait turun drastis akibat gangguan di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran pasar energi global.
RI buka opsi impor minyak dari Rusia hingga AS untuk jaga pasokan energi di tengah konflik Timur Tengah.
Harga minyak dunia melonjak lagi setelah serangan Iran ganggu pasokan dan distribusi energi global di Selat Hormuz.
Kilang minyak nasional dioperasikan maksimal untuk menjaga stok BBM saat konsumsi energi meningkat menjelang Lebaran.