Pembubaran Upacara Keagamaan di Bantul: Ini Pembelaan Kepala Dusun
Upacara keagamaan di Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, dibubarkan karena desakan warga, Selasa (12/11/2019).
Upacara keagamaan di Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, dibubarkan karena desakan warga, Selasa (12/11/2019).
Kasus intoleransi yang terus terjadi di Bantul mengundang perhatian banyak.
Penegakan hukum yang lemah dinilai sebagai akar persoalan merebaknya intoleransi di DIY.
Ketua Forum Masyarakat Madani Yogyakarta Bambang Praswanto, mengaku prihatin dengan munculnya kembali kasus intoleransi di wilayah Bantul. Dia menilai, kasus tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap keistimewaan DIY.
Kepolisian Bantul membela diri terkait dengan kasus intoleransi pembubaran ritual keagamaan di Pajangan, Bantul.
Kepolisian Resor Bantul akan mengundang sejumlah pihak untuk mencari solusi atas kasus-kasus intoleransi yang terus terjadi di Bantul. Terakhir warga Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul berusaha menghentikan upacara keagamaan yang digelar di salah satu warga dusun tersebut.
Warga Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, kecamatan pajangan, Bantul, mengaku tidak mempersoalkan keyakinan Utiek Suprapti dan penggunaan rumahnya untuk beribadah. Warga menolak ibadah di rumah Utiek karena mendatangkan tamu dari luar desa.
Sekjen Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) DIY, Timotius Apriyanto, menyesali pembubaran upacara keagamaan Hindu di Bantul. Menurutnya, insiden ini terjadi akibat pemahaman toleransi di masyarakat masih terlalu sempit.
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono membantah polisi membubarkan upacara keagamaan Hindu di sebuah rumah di Dusun Mangir, Desa Mangir, Kecamatan Pajangan, Bantul.
Intoleransi terjadi di Bantul. Sejumlah warga berupaya mengganggu Piodalan, upacara keagamaan umat Hindu di Dusun Mangir Lor, Desa Mangir, Kecamatan Pajangan Bantul, Selasa (12/11/2019).