Gara-Gara Banyak Hajatan, Harga Cabai di Gunungkidul Mahal
Harga cabai di Gunungkidul naik karena banyak hajatan. Cabai rawit merah saat ini dijual Rp60.000 per kilogram, padahal sepekan lalu Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai di Gunungkidul naik karena banyak hajatan. Cabai rawit merah saat ini dijual Rp60.000 per kilogram, padahal sepekan lalu Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai Sabtu (3/9/2022) kemarin belum berdampak pada harga kebutuhan pokok dan makanan di Kabupaten Sleman.
Berbeda dengan pekan lalu, minggu ini harga berbagai jenis cabai kembali menunjukkan kenaikan, sedangkan telur ayam turun.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan harga telur dalam sepekan terakhir berangsur turun di beberapa daerah.
Harga telur di pasar tradisional mulai menurun. Para pedagang menduga penurunan terjadi karena penyaluran bantuan dari pemerintah telah usai.
Peternak mengklaim bahwa harga telur ayam akan kembali normal dalam tempo 3-4 hari ke depan.
Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengklarifikasi soal tudingan pengaruh bansos reguler dalam Program BPNT atau Kartu Sembako terhadap kenaikan harga telur.
Perilaku afkir dini serta program bansos dituding menjadi biang melonjaknya harga telur ayam.
Harga telur di pasar tradisional di Gunungkidul naik dipicu turunnya bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat.
Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) mengharapkan pemerintah tidak menaikan harga kebutuhan masyarakat yang disubsidi.