Peternak Harapkan Harga Jual Ayam Naik, Mungkinkah?
Peternak rakyat masih mengharapkan harga jual ayam dari kandang membaik di tengah stok yang berlimpah seperti yang terjadi saat ini.
Peternak rakyat masih mengharapkan harga jual ayam dari kandang membaik di tengah stok yang berlimpah seperti yang terjadi saat ini.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Satgas Pangan Polres Gunungkidul terus memantau pergerakan harga bahan pokok. Berdasar pantauan yang dilakukan selama lima hari mulai Minggu (8/12/2019) hingga Kamis (12/12/2019), harga sejumlah bahan pokok terpantau stabil.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini, harga sejumlah komoditas naik. Kenaikan harga tersebut lebih dipicu oleh banyaknya permintaan.
Harga cabai untuk semua jenis terpantau mengalami kenaikan pada Senin (9/12). Permintaan pasar yang meningkat disinyalir menjadi penyebab kenaikan harga cabai.nn
Menjelang akhir tahun, pasokan sejumlah komoditas hortikultura utama jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 dipastikan aman. Harga juga diprediksi cenderung stabil baik di tingkat petani maupun konsumen.
Memasuki pekan kedua Oktober 2019, fluktuasi harga bahan pangan di pasaran masih terjadi. Fluktuasi ini masih dialami bahan pangan seperti daging ayam, telur ayam, cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Meski sempat melambung tinggi selama beberapa waktu, harga cabai mulai berangsur normal saat sejumlah daerah memasuki masa panen.
Peternak mengancam akan kembali berdemonstrasi jika tuntutan mereka beberapa waktu yang lalu tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Tiga desa mengajukan operasi pasar kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul. Ketiga desa itu masing-masing Desa Kepek, Kecamatan Wonosari; Desa Bleberan, Kecamatan Playen; dan Desa Tepus, Kecamatan Tepus.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memantau kondisi harga bahan pangan saat ini stabil meskipun musim hujan diprediksi mundur.nn