Kabinet Indonesia Maju Dinilai Terkait dengan Skenario Politik 2024
Penyusunan Kabinet Indonesia Maju dinilai tak terlepas dari skenario politik pada 2024.
Penyusunan Kabinet Indonesia Maju dinilai tak terlepas dari skenario politik pada 2024.
Presiden Joko Widodo memilih Nadiem Makarim, mantan CEO Gojek, sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud-Dikti) didasari keinginannya mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.
Presiden Joko Widodo mengaku memilih Fachrul Razi sebagai Menteri Agama untuk mengatasi radikalisme dan intoleransi.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti meyakini bekas bos Gojek Nadiem Anwar Makarim disiapkan Presiden Joko Widodo untuk memimpin pos kementerian ekonomi sehingga tak akan lama menjadi Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi.
Presiden Joko Widodo mengungkap alasan dirinya memilih pendiri aplikasi Gojek, Nadiem Makarim, sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan karena ingin melakukan loncatan kemajuan di sektor tersebut.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan menarik Partai Gerindra berkoalisi dengan pemerintah untuk membuktikan bahwa demokrasi Indonesia adalah gotong royong.
Sarman Simanjorang mengaku susunan kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presiden Joko Widodo tidak sesuai dengan harapan pelaku bisnis, khususnya di Jakarta.
Kartika Wirjoatmodjo menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sejak 2015.
Pernyataan itu disampaikan oleh Sri seusai menghadiri Sidang Kabinet Indonesia Maju perdana di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) yang membahas mengenai APBN 2020. Sri menyatakan Presiden menekankan pentingnya koordinasi.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan saat ini menteri koordinator (Menko) diberi izin oleh Presiden Joko Widodo untuk memveto atau membatalkan keputusan segala kebijakan atau peraturan kementerian yang saling berlawanan.