Syukurlah, Setahun Jokowi-Amin, Angka Stunting Turun
Setahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, angka stunting menunjukkan penurunan.
Setahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, angka stunting menunjukkan penurunan.
Dinas Kesehatan Gunungkidul berkomitmen mengurangi kasus stunting hingga di bawah 10%. Deklarasi Gerakan Terpadu Peduli Tumbuh Kembang Anak, Penurunan Stunting dan Penguatan Keluarga (Gardu Bunga Puspa) pun dilakukan di Bangsal Sewokoprojo, Jumat (16/10/2020).
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan tambahan makanan dan gizi kepada bayi usia bawah lima tahun atau balita melalui kader-kader pos pelayanan terpadu atau puskesmas yang ada di tiap-tiap pedukuhan selama musim pandemik COVID-19.
Jokowi menyampaikan 4 hal untuk menurunkan prevalensi stunting demi mencapai taget.
Dalam rangkamewujudkan Indonesia masuk dalam kategori negara maju, penurunan angkastuntingmenjadi prioritas.
Stunting atau tubuh pendek karena kekurangan gizi kronis dituding penyebab sumber daya manusia (SDM) Indonesia rendah.
Tahun ini Bantul masih menjadi daerah sasaran nasional penekanan angka stunting. Sampai akhir tahun lalu terdapat sebanyak 3.725 bayi di bawah lima tahun (Balita) yang mengalami stunting dari total 58.000 balita atau sekitar 7,73%.
Kecamatan Pajangan menjadi titik penanganan kasus stunting tersulit di Bantul. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, kecamatan tersebut merupakan titik dengan kasus bayi stunting tertinggi di Bumi Projotamansari.
Padi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang diklaim memiliki kandungan nutrisi tinggi sehingga bisa menangkal stunting, berhasil dikembangkan di Kulonprogo. Hasil panenan padi yang ditanam di lahan pertanian seluas 4.000 meter persegi milik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kalibawang itu tembus hingga 2,8 ton.
Cukup mencengangkan bahwa masih ada sekitar 9 juta anak di Indonesia yang mengalami kekurangan gizi kronis atau stunting. Itulah kenapa Presiden Joko Widodo saat mengumumkan dr. Terawan sebagai Menteri Kesehatan, secara tegas menyebut masalah stunting akan menjadi salah satu prioritas utama yang harus diselesaikan. Tentu ini bukan tantangan mudah bagi Menkes yang baru, tapi juga bukan hal yang tak mungkin diselesaikan.