Rembuk Stunting Hasilkan Komitmen Bersama Turunkan Angka Stunting
Penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen bersama agar penanganannya dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen bersama agar penanganannya dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengingatkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mengatasi stunting. Nilai budaya yang adiluhung bisa menjadi dasar edukasi pencegahan stunting melalui pendidikan usia dini. Hal itu disampaikan dalam peluncuran Program Isi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhur secara daring di Jogja Kamis (2/9/2021).
Sleman masih dihadapkan dengan permasalahan stunting pada anak. Gerakan gemar makan ikan dinilai menjadi salah satu solusi untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting.
Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X mengingatkan pentingnya faktor keluarga untuk menangani stunting. Secara nasional, kondisi stunting saat ini diperparah dengan adanya pandemi Covid-19.
Angka kasus stunting di Indonesia diprediksi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI meningkat hingga 32,5 persen saat pandemi Covid-19.
Penanganan stunting yang angkanya masih tinggi membutuhkan sinergi berbagai pihak baik dari pemerintah maupun kalangan swasta. Perhatian terhadap hari pertama kelahiran menjadi penting untuk mencegah stunting.
Pemkab Gunungkidul memiliki tugas berat untuk menekan kasus stunting hingga di bawah 10%. Pasalnya, hingga sekarang jumlah kasus masih di kisaran 17,4%.
Persiapan kesehatan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan seringkali diabaikan masyarakat. Padahal kesehatan calon ibu dan ayah menjadi faktor penting tumbuhnya bayi sehat. Guna menekan angka stunting BKKBN menggulirkan kerja sama penurunan angka stunting dengan melibatkan sektor swasta hingga organisasi kemasyarakatan, Senin (12/4/2021).
Presiden RI Joko Widodo meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memegang kendali dalam pencegahan stunting atau gagal tumbuh anak di Tanah Air mulai saat ini.
Meski jauh dari rata-rata angka stunting nasional, kasus stunting alias balita bertubuh pendel di Kota Jogja masih banyak ditemui. Di sejumlah kemantren atau kecamatan, angka stunting bisa mencapai ratusan anak.