Ini Cara Pemkot Jogja Turunkan Prevalensi Stunting, Tahun Ini Targetkan di Bawah 12 Persen
DP3AP2KB Jogja mencatat terjadinya kenaikan prevalensi stunting. Pada Juni 2024 lalu mencapai 10,07 persen, meningkat menjadi 12,13 persen pada Februari 2025
DP3AP2KB Jogja mencatat terjadinya kenaikan prevalensi stunting. Pada Juni 2024 lalu mencapai 10,07 persen, meningkat menjadi 12,13 persen pada Februari 2025
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan gizi ib
Teguhkan komitmen tangani stunting, Workshop Rembug Stunting Kabupaten Sleman Tahun 2025 digelar di Sleman. Lokakarya ini diharapkan dapat mengevaluasi capaian
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja terus berupaya untuk menekan angka prevalensi stunting. Salah satunya fokus di wilayah Tahunan dan Sorosutan.
Ratusan ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun mengikuti kampanye membuat Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau MP-ASI yang digelar Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Prevalensi stunting ditargetkan turun sebesar 14,2% di akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Salah satunya program cegah stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan ibu hamil dan anak balita atau Centing Buhari.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat masih ada ribuan bayi di bawah lima tahun (balita) yang mengalami stunting pada Juni 2024. Dinkes Bantul berupaya meman
Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Jogja Iswari Paramita mengatakan angka prevalensi stunting di Kota Jogja terus menunjukkan tren
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dorong Kesiapan Pasangan Calon Pengantin untuk Menikah untuk Antisipasi Stunting