Mendag Zulhas Sebut Tabung Berkarat yang Menyebabkan Volume LPG 3 Kg Berkurang
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut bahwa tabung berkarat menyebabkan volume gas LPG 3 kilogram (kg) atau bersubsidi menjadi berkurang
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut bahwa tabung berkarat menyebabkan volume gas LPG 3 kilogram (kg) atau bersubsidi menjadi berkurang
Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyampaikan, pembeli Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg atau gas melon
Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tetang kriteria pengguna atau pembeli isi ulang liquefied petroleum gas (LPG) 3 Kg sedang direvisi pemerintah.
PT Pertamina Patra Niaga memerkirakan penyaluran LPG bersubsidi atau LPG 3 kg akan mengalami pembengkakan sebesar 4,4%.
Pembelian liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram atau gas melon mulai 1 Juni 2024 wajib menggunakan KTP.
Viral adanya unggahan yang berupa praktik kecuranan berupa penguranan isi tabung gas melon alias liquefied petroleum gas (LPG) ukuran tiga kilogram.
SPBE tersebut ditemukan dari hasil uji sampel ketika jajaran Kemendag melakukan pengawasan, dimana terdapat kekurangan 200-700 gram setiap tabung.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat jumlah transaksi LPG 3 kilogramlewat merchant apps Pertamina telah mencapai 41,8 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Selama ramadan hingga H+3 Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah, PT Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Patra Niaga telah menambah pasokan LPG 3 Kg
Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa pekan lagi, ketersediaan BBM dan LPG di Sleman terus dipantau. Hingga saat ini, stok BBM dan LPG di Sleman