Facebook Hapus Ribuan Akun Propaganda
Facebook Inc mengklaim telah menghapus 1.800 akun di Thailand, Rusia, Ukraina dan Honduras yang menyebarkan propaganda politik.
Facebook Inc mengklaim telah menghapus 1.800 akun di Thailand, Rusia, Ukraina dan Honduras yang menyebarkan propaganda politik.
Facebook Inc. tidak akan meluncurkan Libra, cryptocurrency kontroversial yang dikembangkan dengna sejumlah mitra, hingga kekhawatiran regulator sepenuhnya hilang, menurut pimpinan pada proyek tersebut.
Terkait penyelidikan atas kasus Cambridge Analytica, komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission/FTC) AS menyetujui kesepakatan penyelesaian bernilai US$5 miliar dengan Facebook Inc.
Seorang sumber pengadilan pada Kamis (11/7/2019) menyampaikan bahwa otoritas Mesir dilaporkan telah menangkap pembuat halaman Facebook yang pro terhadap mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak. Informasi tersebut dikutip Reuters.
Setelah sebuah paket di fasilitas suratnya terdeteksi positif mengandung senyawa beracun yang diduga zat sarin, empat gedung kantor Facebook di Silicon Valley, California dievakuasi pada Senin (1/7/2019).
Sebanyak 32 perwakilan dari 15 negara terpilih menerima beasiswa dari Facebook Internasional untuk mengikuti Asia Pasific News Literacy Conference untuk merumuskan solusi bagaimana mengatasi perkembangan berita bohong (fake news), misinformation, disinformation, yang menjadi persoalan dunia.
Pemerintah terus berupaya mengontol media soaial dan kontennya. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pihaknya telah menyurati Facebook meminta agar pembuatan akun Facebook juga mencantumkan nomor telepon selular sebagai syarat.
Jelang pertemuan sejumlah kepala negara, Facebook Inc akan memperketat fitur siaran langsung untuk mengekang persebaran konten kekerasan daring setelah aksi terorisme di Christchurch, Maret lalu.
Facebook Inc bertindak tegas terhadap pelaku penyebaran ujaran kebencian yang dilakukan akun sejumlah tokoh politik AS melalui platformnya.
Layanan Facebook, Whatsapp, dan Instagram, sempat mengalami gangguan, Minggu (14/4/2019). Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg pun menyampaikan permohonan maaf terkait gangguan itu.