Perang Dagang AS-China Rusak Harga Kedelai Dunia
Kabar perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China kian simpang siur. Dari membaik, kembali jadi memburuk.
Kabar perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China kian simpang siur. Dari membaik, kembali jadi memburuk.
Amerika Serikat menuduh China melanjutkan kampanye pencurian kekayaan intelektual dan teknologi yang didukung negara. tersebut muncul dalam laporan setebal 53 halaman yang dikeluarkan kantor Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer pada Selasa (20/11/2018), hanya 10 hari sebelum Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires.
Bea masuk antidumping dan antisubsidi pada produk lembaran aluminium paduan dari Tiongkok akan dinaikkan oleh Departemen Perdagangan AS dari 96,3% menjadi 176,2%.
Masih berlanjutnya perang dagang antara AS-China dinilai sebagai sesuatu yang bodoh oleh Jack Ma.
Gubernur Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBOC) Yi Gang menyampaikan kebijakan moneter bank sentral Tiongkok menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi jika diperlukan. PBOC menyatakan dampak negatif (downside risk) semakin signifikan.
Setelah beberapa hari lalu Amerika Serikat dan Tiongkok terlibat perselisihan soal kebijakan global dan domestik negara-negara Asia, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bertemu dengan Menlu Tiongkok Wang Yi.
Wakil President M Jusuf Kalla menyampaikan perlu meningkatkan kerja sama antarnegara untuk menanggulangi dampak negatif perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang terus berlanjut.
Tarif impor 25% atas produk Tiongkok senilai US$16 miliar akan diberlakukan oleh Amerika Serikat dalam dua pekan mendatang.
Perang dagang saat ini tengah panas antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Negara Tirai Bambu itu saat ini dikenal dekat dengan Indonesia.
Dolar AS melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan kritik pada China dan Uni Eropa karena telah melakukan manipulasi mata uang dan menahan suku bunganya tetap rendah.