Ulah Trump Bikin Dolar AS Masuk dalam "Wilayah Berbahaya"
Dolar AS melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan kritik pada China dan Uni Eropa karena telah melakukan manipulasi mata uang dan menahan suku bunganya tetap rendah.
Dolar AS melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan kritik pada China dan Uni Eropa karena telah melakukan manipulasi mata uang dan menahan suku bunganya tetap rendah.
Amerika Serikat (AS) pada Senin mengajukan lima gugatan sengketa secara terpisah ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menentang tarif pembalasan oleh Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, Meksiko dan Turki menyusul pengenaan bea masuk atas baja dan aluminium.
Pemerintahan Trump berencana merilis tambahan daftar barang impor asal Tiongkok yang akan dikenakan tarif, yang jumlahnya mencapai US$200 miliar. Hal ini pun kembali mendorong ketegangan perdagangan Amerika Serikat Tiongkok.
Amerika Serikat dan Tiongkok terlibat dalam perang dagang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bahwa pihaknya akan bertindak, jika negaranya tidak diperlakukan dengan baik.
Beberapa pekan lalu, sekitar 614 gigabita data proyek rahasia militer AS, telah dicuri oleh peretas dari China. Pencurian dataitu berdampak insidentil terungkapnya rencana rahasia Angkatan Laut AS tdalam mengembangkan rudal anti-kapal supersonik yang akan digunakan oleh kapal selam sekitar 2020-an.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman untuk tarif impor mobil Eropa dan menambah panas situasi perang dagang.
Perang dagang kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam untuk mengenakan tarif impor sebesar 20% untuk semua mobil buatan Eropa.
Turki akan mulai menerapkan tarif impor balasan senilai US$266,5 juta terhadap Amerika Serikat atas tarif baja tambahan yang yang disahkan, ungkap Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci.
Pemerintah Indonesia mengklaim masih melihat perkembangan situasi perang dagang AS-China sebelum membuat kebijakan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap neraca perdagangan.