Indonesia Kembali Dibanjiri Impor dari China
Seiring dengan pemulihan China dari Covid-19, impor Indonesia kembali dibanjiri oleh barang dari negeri panda tersebut.
Seiring dengan pemulihan China dari Covid-19, impor Indonesia kembali dibanjiri oleh barang dari negeri panda tersebut.
Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Covid-19 yang diimpor dari China sebagian ternyata buatan Indonesia.
Dalam rangka menanggulangi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)di Indonesia, pemerintah memberikan berbagai kemudahan dalam pelaksanaan pemasukan impor barang.
Kementerian Perdagangan telah menerbitkan surat perizinan impor (SPI) komoditas bawang putih sebanyak 62.000 ton dari China. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag Oke Nurwan mengatakan proses perizinan impor bawang putih tidak terganggu meski saat ini sedang merebak virus corona.
Pemerintah mulai menerapkan pengendalian impor barang kiriman pada hari ini (30/1/2020). Dalam hal ini, pemerintah resmi menurunkan batas nilai pembebasan bea masuk barang kiriman dari US$75/kiriman menjadi US$3/kiriman.
Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama stakeholders terkait untuk mencari solusi agar kebutuhan cangkul dalam negeri bisa terpenuhi tanpa harus impor.
Organisasi pengawas perdagangan limbah internasional Basel Action Network (BAN) dan organisasi pemerhati lingkungan di Indonesia menyerukan pelarangan impor limbah.
Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan PT. Garam, dalam pembangunan Pilot Project Garam Industri di wilayah Gresik, Jawa Timur.
Kementerian Perdagangan belum menyebutkan berapa volume daging sapi yang akan diimpor dari AS.
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua pejabat Kementerian Perdagangan, Rabu (18/9/2019).