Rupiah Unjuk Kekuatan, Dolar AS Melemah Jelang Thanksgiving
Nilai tukar rupiah berhasil unjuk kekuatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018), saat sebagian mata uang lain di Asia justru melemah.
Nilai tukar rupiah berhasil unjuk kekuatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018), saat sebagian mata uang lain di Asia justru melemah.
Penjualan peralatan rumah tangga relatif lebih stabil dibandingkan barang elektronik saat situasi nilai rupiah merosot seperti saat ini. Beberapa produk bahkan makin laris menjelang akhir tahun.
Kenaikan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), sedikit banyak akan memengaruhi produk lokal yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kendati demikian, pada kondisi melemahnya rupiah, perkembangan impor DIY justru mengalami kenaikan sebesar 8,21%.
Hingga penutupan perdagangan pada Jumat (5/10/2018), tekanan eksternal, terutama dari penguatan dolar AS, terus menggerus rupiah.
Pemerintah mengklaim pelemahan rupiah yang terjadi dua hari terakhir hingga menembus Rp15.187 per dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdampak signifikan terhadap APBN 2018. Publik juga diimbau tidak hanya melihat pelemahan rupiah dari sisi nilai kurs karena pelemahan terhadap dolar AS juga dialami oleh hampir semua mata uang.
Kalangan pebisnis dan ekonom mendesak pemerintah segera mengambil kebijakan lanjutan untuk menahan pelemahan mata uang Garuda.
Pergerakan kurs rupiah pada Selasa (2/10) sempat menyentuh Rp15.009 per dolar AS dan kembali ke Rp14.997 per dolar AS, melemah 86,5 poin atau 0,58%. Posisi tersebut menjadi yang terlemah sejak krisis keuangan di Asia pada Juli 1998 silam.
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (26/9/2018) pagi. Guna menekan pelemahan, pemerintah terus menyesuaikan dengan menyelesaikan persoalan dalam negeri.
Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (21/9/2018) di posisi Rp14.824 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,10% dari posisi Rp14.839 pada Kamis (20/9/2018). Kurs jual ditetapkan Rp14.898 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.750 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp148.
Gejolak nilai tukar rupiah diperkirakan hingga 2020. Situasi ini terjadi seiring dengan meredanya pengetatan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada 2020.