Mari Jaga Investment Grade untuk Perkuat Rupiah
Pemerintah mesti menjaga momen investment grade untuk mempertahankan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), dalam beberapa waktu terakhir ini.
Pemerintah mesti menjaga momen investment grade untuk mempertahankan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), dalam beberapa waktu terakhir ini.
Seiring dengan menguatnya minat investasi aset berisiko sehari setelah serangan rudal Iran terhadap fasilitas militer AS di Irak, rupiah berhasil menyentuh level tertingginya sejak Juni 2018 pada perdagangan Kamis (9/1).
Nilai tukar rupiah berhasil unjuk kekuatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018), saat sebagian mata uang lain di Asia justru melemah.
Penjualan peralatan rumah tangga relatif lebih stabil dibandingkan barang elektronik saat situasi nilai rupiah merosot seperti saat ini. Beberapa produk bahkan makin laris menjelang akhir tahun.
Kenaikan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), sedikit banyak akan memengaruhi produk lokal yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kendati demikian, pada kondisi melemahnya rupiah, perkembangan impor DIY justru mengalami kenaikan sebesar 8,21%.
Hingga penutupan perdagangan pada Jumat (5/10/2018), tekanan eksternal, terutama dari penguatan dolar AS, terus menggerus rupiah.
Pemerintah mengklaim pelemahan rupiah yang terjadi dua hari terakhir hingga menembus Rp15.187 per dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdampak signifikan terhadap APBN 2018. Publik juga diimbau tidak hanya melihat pelemahan rupiah dari sisi nilai kurs karena pelemahan terhadap dolar AS juga dialami oleh hampir semua mata uang.
Kalangan pebisnis dan ekonom mendesak pemerintah segera mengambil kebijakan lanjutan untuk menahan pelemahan mata uang Garuda.
Pergerakan kurs rupiah pada Selasa (2/10) sempat menyentuh Rp15.009 per dolar AS dan kembali ke Rp14.997 per dolar AS, melemah 86,5 poin atau 0,58%. Posisi tersebut menjadi yang terlemah sejak krisis keuangan di Asia pada Juli 1998 silam.
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (26/9/2018) pagi. Guna menekan pelemahan, pemerintah terus menyesuaikan dengan menyelesaikan persoalan dalam negeri.