Rupiah Tembus Rp15.000, Ini Saran Pebisnis & Ekonom
Kalangan pebisnis dan ekonom mendesak pemerintah segera mengambil kebijakan lanjutan untuk menahan pelemahan mata uang Garuda.
Kalangan pebisnis dan ekonom mendesak pemerintah segera mengambil kebijakan lanjutan untuk menahan pelemahan mata uang Garuda.
Pergerakan kurs rupiah pada Selasa (2/10) sempat menyentuh Rp15.009 per dolar AS dan kembali ke Rp14.997 per dolar AS, melemah 86,5 poin atau 0,58%. Posisi tersebut menjadi yang terlemah sejak krisis keuangan di Asia pada Juli 1998 silam.
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (26/9/2018) pagi. Guna menekan pelemahan, pemerintah terus menyesuaikan dengan menyelesaikan persoalan dalam negeri.
Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (21/9/2018) di posisi Rp14.824 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,10% dari posisi Rp14.839 pada Kamis (20/9/2018). Kurs jual ditetapkan Rp14.898 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.750 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp148.
Gejolak nilai tukar rupiah diperkirakan hingga 2020. Situasi ini terjadi seiring dengan meredanya pengetatan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada 2020.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (18/9/2018). Kondisi ini sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
Lembaga pemeringkat Moody's menyatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih bisa mengatasi pelemahan rupiah. Namun, jika pelemahan rupiah berlanjut semakin dalam, maka berpotensi menimbulkan dampak negatif yang lebih luas. Apalagi, pemerintah dan korporasi banyak bergantung terhadap pendanaan dari luar.
Bank Indonesia berharap masyarakat maupun pelaku usaha di Banua, Kalimantan Selatan dalam mendukung Pemerintah untuk memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
Harga jual barang-barang elektronik terutama komputer dan laptop belum terpengaruh menemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Apalagi pada pameran dan bazar yang banyak diadakan oleh pengusaha komputer pada awal tahun ajaran baru ini.
Harga kedelai impor di beberapa pasar tradisional wilayah Jogja stabil tinggi. Berkisar antara Rp8.500-Rp9.330 per kilogram. Harga ini tidak banyak berubah sejak akhir Agustus lalu.