Golkar Akan Perjuangkan Posisi Ketua MPR
Partai Golkar tetap akan memperjuangkan posisi Ketua MPR periode 2019-2024.
Partai Golkar tetap akan memperjuangkan posisi Ketua MPR periode 2019-2024.
Polisi masih berjaga di Kantor Pusat Partai Golkar. Akibatnya, Angkatan Muda Partai Golkar kubu Bambang Soesatyo masih belum bisa memasuki kantor tersebut.
Fungsionaris Partai Golkar Azis Samual menyebutkan, Presiden Joko Widodo ingin agar pemilihan ketua umum di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar berlangsung demokratis.
Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Irwan Kurniawan mengatakan Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Golkar memiliki hak veto untuk mengambil sejumlah kebijakan demi kebaikan partai, termasuk merombak kepengurusan.
Ketua DPP Partai Golkar bidang Media & Penggalangan Opini Ace Hasan Syadzily mengatakan Rapat Koordinator (Korbid) akan dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus. Rapat diselenggarakan mulai Jumat (6/9/2019) hingga Selasa (10/9/2019) di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta.
Sebuah video para ketua Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Jawa Barat mengucap sumpah di bawah Alquran tersebar. Adapun isi video tersebut mendukung dan memilih Ketua Umum Airlangga Hartarto terpilih lagi di periode selanjutnya pada musyawarah nasional mendatang.
Jika ingin mengamankan langkah untuk kembali menjadi ketua umum periode 20192023, Ketua Umum Partai Golkar Airllangga Hartarto dinilai harus mewaspadai dinamika yang akan terjadi dalam musyawarah nasional partai berlambang pohon beringin tersebut.
Dua kader partai Golkar dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena dugaan pemalsuan surat. Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto disebut mengetahui kasus tersebut.
Partai Golkar menyatakan belum membahas usulan tentang penambahan jumlah pimpinan MPR RI periode mendatang.
Menurutnya, Munas Golkar saat ini termasuk salah satu munas yang paling seksi dan bisa menjadi awal baru untuk Golkar. Karena sejak era Aburizal Bakrie (ARB), Setya Novanto hingga saat ini tren elektabilitas Golkar masih stagnan.