Mantan Sopir Taksi Ini Jadi Orang Terkaya Nomor 2 di Korea, Lewati Bos Samsung
Mantan sopir taksi kini menjadi orang terkaya nomor dua di Korea Selatan, melampaui nilai kekayaan bosSamsung Group.
Mantan sopir taksi kini menjadi orang terkaya nomor dua di Korea Selatan, melampaui nilai kekayaan bosSamsung Group.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pemulihan ekonomi baru terjadi pada 2021.Hal ini sejalan denganoutputglobal yang diproyeksikan turun 4,9% pada tahun ini
Seperti diketahui, Asabri menyebut kesalahan dalam investasi merupakan penyebab utama rugi komprehensif sebesar Rp8,42 triliun, dengan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp6,21 triliun.
Tatanan kehidupan baru setelah adanya pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Hal ini harus fokus pada upaya pemulihan kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Jika rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diusulkan Presiden Joko Widodo dan telah disetujui DPR RI, tidak segera dilaksanakan dengan cepat oleh kementerian-lembaga dan pemerintah daerah,Indonesia berada di ambang krisis ekonomi.
Indonesia memiliki peluang besar untuk maju menjadi negara berpenghasilan tinggi atau keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan makanan telah memicu terjadinya inflasi pada Juni 2020 sebesar 0,18%.
Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPB) DIY menggelar Rapat Koordinasi Langkah-langkah Implementasi PMK No.65/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin untuk Kredit/Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, melalui zoom meeting pada Rabu (01/7/2020).
Rasio kredit bermasalah perbankan meningkat sebagai dampak perlambatan ekonomi dari posisi 2,89 persen pada April 2020 menjadi 3,01 persen pada Mei 2020.
Ekonom Rizal Ramli rupanya punya pengalaman yang berkesan bagi dirinya saat masa kepemimpinan Presiden Abdurrachman Wahid (Gus Dur) yaitu tahun 1999-2001. Pada saat itu, produk domestik bruto (PDB) mengalami pertumbuhan signifikan sekaligus suskes menurunkan utang luar negeri.