Galih Eko Kurniawan

Galih Eko Kurniawan

Manajer

Daftar artikel

Gunungkidul

PENCURIAN : Maling Pakai Ilmu Gendam

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Girisekar, Kecamatan Panggang resah lantaran sering sekali terjadi aksi pencurian. Warga mencurigai maling yang beraksi memakai ilmu gendam. Warga Desa Girisekar, Suwarno, menuturkan kasus pencurian maupun percobaan pencurian mulai marak sejak pertengahan Desember 2013. “Kami juga yakin maling yang beraksi ini memakai ilmu gendam. Maling mencoba masuk, pemilik rumah merasa seperti dihipnotis karena tidak bisa bergerak. Tapi pencuri belum sempat ambil apa-apa, langsung kabur,” paparnya kepada Harian Jogja, Senin (6/1). Kepala Polsek Panggang Iptu Kasiwon menuturkan kasus pencurian di Girisekar masih dalam tahap penyelidikan. Polsek Panggang pun terus menggiatkan patroli mulai pukul 24.00 WIB sampai pagi hari untuk meminimalisir kasus pencurian.

Senin, 06 Januari 2014 18:33 WIB
PENCURIAN : Maling Pakai Ilmu Gendam
Gunungkidul

PERJUDIAN : Kasus Sutrisno Tunggu Kejaksaan

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepolisian Resort Gunungkidul sudah menyerahkan berkas pemeriksaan tersangka judi dadu Sutrisno dan kawan-kawan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari untuk tahap pertama. Untuk tahap kedua polisi masih koordinasi dengan kejaksaan. “Kami masih menunggu jaksa apa yang harus dilengkapi penyidik. Diharapkan berkas tidak dikembalikan lagi supaya langsung ke tahap kedua menyerahkan berkas dan tersangka,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Gunungkidul, Ajun Komisaris Polisi Suhadi, Senin (6/1). Sampai saat ini pemilik Perusahaan Otobus (PO) Maju Lancar itu masih dalam kondisi sakit dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Sleman. Suhadi mengaku tidak bisa memaksakan penahanan tersangka yang sakit karena itu hak tersangka. Sutrisno ditetapkan menjadi tersangka bersama tiga orang lainnya pada 6 Desember tahun lalu, setelah sehari sebelumnya tertangkap basah berjudi dadu di rumahnya. Saat itu ada 14 orang yang diamankan polisi. Setelah diperiksa 10 orang dibebaskan kembali karena tidak terbukti.

Senin, 06 Januari 2014 17:56 WIB
PERJUDIAN : Kasus Sutrisno Tunggu Kejaksaan
Gunungkidul

Prolegda 2014 : Gunungkidul Targetkan 21 Raperda

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan bisa menggolkan 21 rancangan peraturan daerah (prolegda) dalam program legislasi daerah (prolegda) 2014. Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Gunungkidul Udi Marnoto menuturkan dalam 21 target raperda itu ada empat raperda yang menjadi target 2013, yang belum bisa terealisasi. Keempat raperda itu yakni penyelenggaraan pendidikan, usaha pertambangan mineral, rencana induk pengembangan pariwisata daerah 2013-2025 dan izin sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan. Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Pertambangan dan ESDM Gunungkidul Pramuji Kuswandono menuturkan instansinya telah mengajukan wilayah pertambangan kepada Kementerian ESDM. Disperindagkoptam ESDM juga sudah mengajukan bentang wilayah karst dan masih menunggu pengesahan. “Dalam wilayah pertambangan kami juga memetakan wilayah pertambangan rakyat [WPR] dan juga wilayah usaha pertambangan [WUP] sehingga tidak akan terjadi tabrakan antara warga dengan swasta,” jelasnya, Sabtu (4/1). Menurut Pramuji, warga bisa mengelola WPR dengan menggunakan alat tradisional sementara swasta bisa mengelola WUP. Namun, realisasinya masih menunggu pengesahan dari Kementerian ESDM.

Minggu, 05 Januari 2014 20:28 WIB
Prolegda 2014 : Gunungkidul Targetkan 21 Raperda
Gunungkidul

ELPIJI : Dinas ESDM Pikir Ulang

harianjogja.com,GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral Gunungkidul berpikir ulang untuk mengajukan tambahan kuota gas elpiji tiga kilogram di tahun in, menyusul kenaikan harga elpiji 12 kilogram yang mencapai 68%. Kepala Disperindagkoptam ESDM Gunungkidul Siwi Iriyani mengatakan rencananya mengajukan kuota tambahan gas tiga kilogram pada awal tahun ini. Namun, dengan kenaikan gas non subsidi yang cukup menghentakan masyarakat membuat ia berpikir-pikir untuk menambah kuota gas bersubsidi. “Masih pikir-pikir dulu karena akan jadi percuma ditambah pun tetap tidak akan mencukupi karena pasti ada peralihan pengguna elpiji 12 kilogram ke elpiji tiga kilogram,” kata Siwi, Minggu (5/1). Siwi masih akan menunggu perkembangan hasil koordinasi Pertamina dengan agen-agen pada Senin besok. Siwi memastikan kenaikan elpiji 12 kilogram akan menyebabkan harga makanan tidak akan terkontrol karena industri rumahan juga akan menyesuaika dengan biaya pengeluaran tambahan.

Minggu, 05 Januari 2014 17:50 WIB
ELPIJI : Dinas ESDM Pikir Ulang