Warga Candisari Magelang Olah Salak Jadi Kerajinan & Brownies

Media Digital
Media Digital Sabtu, 08 Agustus 2020 23:27 WIB
Warga Candisari Magelang Olah Salak Jadi Kerajinan & Brownies

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Dusun Candisari, Desa Mrangge, Kabupaten Magelang./Istimewa

Harianjogja.com, MAGELANG—Limbah kulit salak di Dusun Candisari, Desa Mrangge, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diolah menjadi kerajinan dengan teknik decaupe.

Pengolahan teresebut terwujud lewat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Suswanta, dosen Prodi Ilmu Pemerintahan, yang melakukan PPDM UMY di Dusun Candisari, mengatakan pengolahan limbah kulit salak tersebut merupakan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lokal bagi masyarakat Dusun Candisari. Kegiatan tersebut diikuti 20 ibu-ibu dan pemudi Dusun Candisari.

“Pengolahan limbah kulit salak menjadi kerajinan dengan teknik decaupe menjadi suatu bentuk kreativitas masyarakat Candisari dalam meningkatkan perekonomian. Dusun Candisari memiliki banyak pohon  salak yang berpotensi menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat,” kata Suswanta melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Menurut dia, kulit salak di beberapa tempat telah dijadikan sebagai bahan kerajinan baik itu kaya seni ataupun pun hal lain. Hal inilah yang  menjadi  pendorong  untuk memanfaatkan potensi tersebut menjadi sumber pendapatan    baru. Selain mengolah kulit salak, pelatihan juga diisi dengan pengolahan buah salak menjadi brownies.

“Pelatihan ini dengan melibatkan ibu-ibu karena mereka tidak bekerja  sebagai  petani yang harus bolak-balik kebun setiap hari. Sehingga ibu-ibu  memiliki  banyak  waktu  luang  yang  bisa digunakan untuk memproduksi hasil kerajinan,” ujar Suswanta.

Menurut dia, masyarakat Mranggen sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. “Pelatihan ini mengundang trainer yang berkompeten yakni Ari Erta Kumala H., owner dari Omah Salak di Turi dan Liya Budi H. Pelatihan pembuatan brownis ini bertujuan agar kelak ibu-ibu di Mranggen bisa membuat brownis sendiri dan menjadikannya salah satu sumber pendapatan keluarga untuk menopang kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Suswanta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online