Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Pelatihan metode Montessori kepada pengajar KB Tunas Pertiwi, Dusun Celungan, Desa Sumberagung, Moyudan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sri Ani Puji Setiawati, dosen Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengenalkan metode pembelajaran Montessori dengan pengembangan fasilitas dan pembuatan media promosi di KB Tunas Pertiwi, Dusun Celungan, Desa Sumberagung, Moyudan, Sleman.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY ini berlangsung di TK Tunas Melati, Dusun Kedung Banteng, Desa Sumberagung, Moyudan, Sleman, pada 25 Juli 2020.
“Peserta pengabdian ini 20 orang pengajar KB Tunas Pertiwi. Tetapi untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan, kami mengajak semua guru PAUD Desa Sumberagung yang tergabung dalam Yayasan Mutiara Bangsa Cendekia,” ujar dia.
Tujuan pelatihan adalah membantu mengatasi salah satu permasalahan mitra yaitu terkait metode pembelajaran untuk anak PAUD.
Sari mengatakan pelatihan diadakan di TK Tunas Melati karena membutuhkan tempat yang luas untuk peserta 20 orang. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ketua PKM, Sri Ani Puji Setiawati, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Mutiara Bangsa Cendekia, Suharno.
“Proses pelatihan berlangsung dengan menyenangkan dan semua guru aktif bertanya. Pemateri adalah ahli di bidang pembelajaran Montessori yang kami undang dari Yayasan Budi Mulia Dua Sedayu, Bantul,” ujar Sri.
Kegiatan inti pelatihan diawali dengan pengenalan tokoh Montessori dan metode yang digunakan. Pemateri memberikan penjelasan tentang masa perkembangan anak menurut Montessori, kemudian memberikan contoh-contoh kegiatan yang dapat dilakukan di kelas, misalnya wet pouring from one jug to an identical containers, spindle box, dan color box.
Pemateri mengundang peserta untuk maju dan mempraktikkan kegiatannya dengan alat bantu pembelajaran yang disediakan oleh pemateri. Kegiatan diakhiri dengan penutup dari pemateri dan rencana tindak lanjut setelah pelatihan, serta rencana pelatihan lanjutan untuk para peserta. Tim PKM membagikan sertifikat kepada peserta dan juga pemateri.
“Program ini sangat bagus. Para guru memang disarankan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan semacam ini sehingga dapat meningkatkan kapasitas mereka. Selain itu, karena minimnya dana dari pemerintah desa terhadap proses pembangunan gedung PAUD dan pengembangan fasilitasnya, saya benar-benar berterima kasih kepada tim pengabdian masyarakat dari UMY telah bersedia melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Saya harap kegiatan ini dapat berlanjut dengan sasaran sekolah yang bebeda untuk ke depannya,” ujar Suharno, Ketua Yayasan Mutiara Bangsa Cendikia.
Salah satu peserta pelatihan yang juga Kepala Sekolah KB Tunas Pertiwi, Nany Widyawati, juga berrterima kasih kepada UMY yang telah menyelenggarakan program pelatihan ini.
“Sangat bermanfaat sekali untuk kami. Semoga dapat diadakan lagi pelatihan semacam ini. Insya Allah akan disambut baik oleh teman-teman guru PAUD.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.