Eko Suwanto Desak Pemda DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana

Media Digital
Media Digital Kamis, 30 Juli 2026 21:12 WIB
Eko Suwanto Desak Pemda DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saat meninjau Jembatan Jalan Sembungan, Kapanewon Kasihan, Bantul, Kamis (30/7)./ Istimewa

BANTUL - Komisi A DPRD DIY mendesak para pemangku kepentingan segera melakukan langkah cepat dalam mitigasi bencana di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Desakan tersebut disampaikan setelah Komisi A melakukan monitoring dan evaluasi risiko bencana di sekitar Jembatan Jalan Sembungan, Kasihan, Bantul, Kamis (30/7/2026).

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan hasil peninjauan menemukan adanya keretakan pada struktur penopang jembatan serta potensi longsor di kawasan tersebut.

"Kondisi struktur penopang dan tanah di kawasan bantaran sungai tersebut tergolong sangat labil dan sudah bergeser. Tebing sungai hanya ditopang oleh perakaran pohon bambu. Kita catat ada potensi bahaya dengan padatnya arus lalu lintas di jalur tersebut," kata Eko Suwanto.

Dalam peninjauan yang dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul dan tokoh masyarakat, Komisi A merekomendasikan agar upaya mitigasi segera dilakukan secara cepat dan tepat.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah pada jembatan serta potensi longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan warga maupun pengguna jalan. Dengan penanganan sejak dini, risiko jatuhnya korban jiwa diharapkan dapat dicegah.

"Hari ini teman-teman Komisi A ditemani BPBD Kabupaten Bantul bersama tokoh-tokoh masyarakat melihat ada potensi bencana longsor di sepanjang sungai ini. Arus lalu lintasnya juga cukup padat, sehingga keselamatan pengguna jalan maupun warga harus dikedepankan. Harapan saya Pak Bupati Bantul harus cekat-ceket menyelesaikan ini untuk memastikan keselamatan warga sekitar," ujar Eko Suwanto.

Eko menambahkan, Komisi A DPRD DIY akan menggelar rapat kerja pada Senin pekan depan untuk membahas penanganan teknis di lokasi terdampak. Rapat tersebut juga akan mengoordinasikan penanganan dampak kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah di Bantul, Gunungkidul, dan Sleman.

"Ada kebutuhan gerak cepat untuk penanganan jangka pendek. Sekaligus perlu regulasi dan konsep baru penanganan sungai secara komprehensif. Senin depan kita koordinasi dan merumuskan bersama BBWSO apa yang disebut dengan Sungai Aman Bencana. Kita sudah punya Desa Tangguh Bencana, Kelurahan Tangguh Bencana, dan Satuan Pendidikan Aman Bencana. Ke depan saya mohon dukungan masyarakat agar kita dapat melahirkan konsep Sungai Aman Bencana," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sementara itu, terkait dampak musim kemarau, Komisi A DPRD DIY juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.

"Kita sudah menerima laporan dampak bencana musim kemarau. Mitigasi dampak bencana diperlukan agar masyarakat tetap tercukupi kebutuhan air bersih. Tentu pemerintah daerah harus menangani persoalan ini dengan gerak cepat sesuai kemampuan anggaran yang ada. Anggaran harus memadai untuk mendukung mitigasi bencana kekeringan," kata Eko Suwanto. (Advertoral)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online