UMY Bantu Kembangkan Telo Jasugawa di Desa Wisata Mangunan

Media Digital
Media Digital Sabtu, 24 Oktober 2020 13:47 WIB
UMY Bantu Kembangkan Telo Jasugawa di Desa Wisata Mangunan

Telo Jasugawa Desa Wisata Mangunan./Istimewa

Harianjogja.com, Bantul—Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang meliputi Tanto Lailam, Awang Daru Murti, dan Ani Yunita, mendorong penguatan Desa Wisata Mangunan sebagai wisata desa unggulan yang kompetitif dan berbudaya.

Ada dua kegiatan pengabdian dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Wisata Mangunan, Bantul, yakni penguatan wisata budaya dan sejarah melalui pembentukan rumah budaya dengan sasaran 50 orang di Desa Wisata Tapak Tilas Sultan Agung serta penguatan kuliner dengan pengembangan kuliner Jasugawa dengan sasaran 20 orang di Desa Mangunan.

Dalam kuliner, Tim UMY membantu pengelola desa wisata mengembangkan Telo Jasugawa.

“Telo Jasugawa ini merupakan gabungan dari makanan dan minuman tradisional masyarakat, telo atau ketela, sementara Jagugawa merupakan singkatan Jahe Susu Gula Jawa. Telo adalah makanan tradisional pengganti nasi yang diolah dalam bentuk telo parut (larut) dan telo kukus (lokus), di perdesaan telo masih menjadi makanan pokok masyarakat, begitu juga di Mangunan telo masih menjadi hidangan favorit,” kata Tanto Lailam, dosen Hukum UMYm melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Sementara, Jasugawa adalah minuman tradisional berbahan dasar jahe (wedang jahe), sebagai minuman tradisional tentu memiliki khasiat untuk kesehatan.

“Di tengah pandemi Covid-19, Jasugawa adalah solusi. Masker, cuci tangan, jaga jarak adalah solusi dari luar tubuh. Begitu juga Jasugawa sebagai solusi untuk memperkuat stamina dan kekebalan tubuh, selain itu racikan yang mengundang rasa nikmat untuk mencicipinya,” kata dia.

Program pengembangan kuliner Telo Jasugawa ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional yang dilakukan oleh Tim Pengabdi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2020.

“Rangkaian program ini dimulai dari diskusi mendalam tim pengabdi dengan pemilik, penentuan nama makanan dan minuman, demo masak, dan pemberian fasilitas peralatan untuk masak. Saat ini Telo Jasugawa bisa dinikmati di  Desa Mangunan. Telo Jasugawa ini menjadi masakan dan minuman favorit yang bagi wisatawan yang berkunjung ke Mangunan,” ujar Tanto Lailam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online