UMY Kenalkan Kosa Kata Bahasa Inggris kepada Siswa SD Melalui Picture Story Books

Media Digital
Media Digital Minggu, 01 November 2020 10:52 WIB
UMY Kenalkan Kosa Kata Bahasa Inggris kepada Siswa SD Melalui Picture Story Books

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY di SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran, Kasihan, Bantul, Februari 2020./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Sri Rejeki Murtiningsih, dosen Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan  Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, mengenalkan kosa kata bahasa Inggris melalui picture story books kepada siswa-siswi kelas IV SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran, Kasihan, Bantul.

Kegiatan yang menjadi bagian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berlangsung pada 22 dan 29 Februari 2020 serta Agustus 2020 dan diikuti 22 siswa.

“Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan kosa kata bahasa Inggris kepada siswa siswi SD Muhammadiyah Insan Kreatif, Kembaran dengan menggunakan picture story books,” kata Sri Rejeki melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini, ada beberapa langkah yang dilaksanakan.

Pertama adalah sosialisasi program ke calon sekolah mitra pengabdian. Dari sekitar 40 sekolah mitra, SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran dianggap tepat sebagai tempat untuk melaksanakan program pengabdian ini. Alasan pertama adalah karena SD ini adalah salah satu sekolah yang mempunyai permasalahan ketertarikan siswa dalam belajar bahasa Inggris.

Selanjutnya, pelatihan dengan mahasiswa sebagai fasilitator  Kegiatan ini dilakukan untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian. Pelatihan dilakukan sebelum kegiatan pengabdian dimulai yaitu pada 22 Februari 2020. Pelatihan dilakukan juga sebelum pelaksanaan kegiatan yang kedua yaitu pada 29 Februari 2020. Pelatihan ini melibatkan enam mahasiswa dan dua dosen PBI UMY.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan program pengajaran menggunakan picture story books. Pada awalnya, kegiatan ini direncanakan berlangsung dalam empat kali atau empat minggu untuk kelas III. Kegiatan pengajaran pertama dilakukan pada 25 Februari 2020. Kegiatan pengajaran yang kedua dilakukan pada 7 Maret 2020.

Tim UMY juga melakukan pengamatan perilaku. Pengamatan dilakukan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung yaitu selama dua pertemuan.

Karena pandemi, SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran tidak lagi melaksanakan kegiatan belajar, sehingga kegiatan pengabdian juga praktis terhenti. Sebagai pengganti, tim pengabdian kepada masyarakat membuat dua video pembelajaran, diupload di Youtube dan juga diserahkan kepada sekolah dalam bentuk flashdisk.

Menurut Sri Rejeki, ketertarikan siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih terlihat. Hal ini bisa diketahui dari banyaknya siswa mengikuti kegiatan yang dirancang selama pembelajaran dengan baik dan tertib. Siswa juga lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran yang bisa dilihat dari banyak siswa lebih banyak duduk di tempat duduk masing-masing dan menghadap ke pengabdi. Selain itu, siswa juga menirukan kata-kata yang diucapkan oleh pengabdi atau menjawab pertanyaan jika ditanya.

“Siswa juga terlihat mampu mengingat kosa kata bahasa Inggris yang dipelajari pekan sebelumnya dengan baik. Hal ini terlihat ketika pengabdi melakukan review selama proses belajar mengajar, siswa mampu menyebutkan sebagian besar kosa kata yang diajarkan di minggu sebelumnya. Selain itu, juga terlihat antusias mempelajari kosa kata baru yang terdapat dalam buku. Selain itu, siswa juga terlihat tidak hanya mampu mengingat kosa kata tapi juga mampu mengingat ejaan dari kosa kata yang telah dipelajari sebelumnya,” ucap dia.

Buku-buku yang lebih bervariasi, guru yang berganti, dan metode pembelajaran yang berbeda membuat siswa lebih tertarik dan lebih termotivasi dalam belajar bahasa Inggris. Hal ini terlihat dengan tidak malunya siswa untuk menjawab walaupun jawabannya salah dan mau bertanya bila tidak tahu. Selain itu, metode pembelajaran juga bisa berpusat pada siswa.

“Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini bisa disimpulkan bahwa picture story books bisa digunakan untuk meningkatkan ketertarikan siswa-siswi SD dalam belajar bahasa Inggris. Siswa dapat lebih fokus dalam mengikuti pelajaran karena adanya variasi buku yang digunakan selama pembelajaran. Buku-buku tersebut harus berisi kata-kata yang tidak terlalu sulit untuk anak-anak. Untuk selanjutnya, kegiatan pengabdian ini menyarankan untuk bisa diteruskannya kegiatan ini menjadi kegiatan yang berkala dan mennggunakan picture story books yang lebih banyak,” ujar Sri Rejeki.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online