KKN UMY di Dusun Sempu Sleman Dampingi Pengarusutamaan Gender

Media Digital
Media Digital Senin, 02 November 2020 18:12 WIB
KKN UMY di Dusun Sempu Sleman Dampingi Pengarusutamaan Gender

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di bawah bimbingan Dian Azmawati, dosen Progran Studi Ilmu Hubungan Internasional Fisipol fokus pada pengarusutamaan gender di Dusun Sempu, Wonokerto, Sleman./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di bawah bimbingan Dian Azmawati, dosen Progran Studi Ilmu Hubungan Internasional Fisipol fokus pada pengarusutamaan gender di Dusun Sempu, Wonokerto, Sleman.

Lewat kegiatan bertema Pendampingan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan di Dusun Sempu, Sleman, DIY, tim KKN UMY mendampingi 30 anggota PKK Dusun Sempu Wonokerto Sleman DIY

“Tujuan kegiatan ini adalah agar masyarakat Dusun Sempu, khususnya ibu-ibu PKK sebagai penggerak, dapat memahami kesetaraan gender sesuai dengan pengetahuan dan nilai-nilai lokal, serta dapat  menerapkannya di keluarga dan masyarakat untuk terbentuknya keluarga yang kuat dan memiliki daya saing ekonomi,” kata Dian melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Tim KKN UMY memberikan pendampingan kepada ibu-ibu PKK melalui simulasi dan diskusi setiap pekan selama empat minggu dan memberi ceramah serta dialog dalam pertemuan masyarakat yang melibatkan bapak-bapak dan ibu-ibu di dusun Sempu.

Menurut Dian, ibu-ibu dan bapak-bapak Dusun Sempu merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Para ibu dapat berbagi tentang bagaimana mengelola rumah tangga bersama suami, dapat turut membantu meningkatkan ekonomi tanpa mengorbankan peran sebagai istri dan ibu.  Sementara para bapak merasa semakin paham bagaimana berperan sebagai pemimpin keluarga yang bisa melibatkan seluruh anggota keluarga, dan semakin memahami bahwa para ibu juga membutuhkan dukungan dari bapak dalam mengelola rumah tangga.

“Masyarakat dusun Sempu sudah cukup maju, nilai-nilai dalam keluarga kuat, dan pendampingan serta dialog yang diadakan memperluas wawasan tentang kesetaraan gender dalam upaya membangun keluarga dan dusun yang semakin tangguh,” ujar dia. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online