UMY Dampingi Penyusunan Pedoman Sekolah Aman Gempa di DIY

Media Digital
Media Digital Selasa, 03 November 2020 02:37 WIB
UMY Dampingi Penyusunan Pedoman Sekolah Aman Gempa di DIY

Webinar pendampingan penilaian bangunan sekolah Muhammadiyah./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Lewat Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah), Sri Atmaja P. Rosyidi, dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyusun dan mendampingi pedoman penilaian bangunan untuk sekolah Muhammadiyah aman bencana gempa bumi.

Kegiatan ini berlangsung melalui pada 5 dan 12 Agustus 2020 dan diikuti 40-60 peserta di setiap kegiatan. Para peserta berasal dari Majelis Dikdasmen PWM DIY, MDMC Wilayah Se-Indonesia, dan pengelola sekolah Muhammadiyah di DIY.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyusun pedoman dan pendampingan penilaian sekolah aman bencana alam gempa bumi secara mandiri, sebagai dasar penentuan kriteria bagi langkah mitigasi yang sesuai di sekolah Muhammadiyah,” kata Sri Atmaja.

Kegiatan dilaksanakan dengan menginisiasi pedoman penilaian bangunan sekolah aman gempa bumi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pengelola sekolah Muhammadiyah. Hal ini diperlukan untuk masing-masing pengelola sekolah dapat melakukan screening awal mengenai kondisi sekolahnya masing-masing sekaligus memberdayakan sekolah untuk lebih waspada, meningkatkan perhatian terhadap pengurangan risiko runtuhnya bangunan sekolah akibat gempa bumi.

Selanjutnya, dilakukan pendampingan langsung terhadap sasaran program yaitu Majelis Dikdasmen PWM DIY, MDMC wilayah se-Indonesia dan pengelola sekolah Muhammadiyah melalui pelatihan dan pendampingan penilaian bangunan sekolah mandiri secara daring atau webinar.

Majelis Dikdasmen PWM DIY mengapresiasi penyelenggaraan Webinar Pendampingan Sekolah Aman Bencana karena memberikan pengetahuan mengenai sekolah aman bencana sangat penting untuk meminimalkan korban bencana karena sejatinya kita tidak pernah tahu kapan akan terjadinya bencana. DIY merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana sehingga upaya-upaya mitigasi sangat penting untuk mempersiapkan diri. Menurut pimpinan Majelis Dikdasmen PWM DIY, pengetahuan mengenai sekolah aman bencana yang merupakan keresahan kita bersama untuk dipahami dan sangat penting untuk didengar hingga ke pihak pimpinan sekolah agar urgensi penyelenggaraan sekolah yang aman bencana dapat lebih cepat disadari.

“Pedoman penilaian sekolah aman bencana alam gempa bumi telah disusun dan dijadikan pedoman untuk melakukan pendampingan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan tim evaluator sekolah aman dari MDMC PP Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen PWM DIY dan tim penilai bangunan yang ditunjuk dari masing-masing sekolah Muhammadiyah di wilayah DIY. Pemberdayaan dilaksanakan secara daring (online) melalui seri webinar sekaligus melaksanakan penilaian sekolah yang ditunjuk untuk memperdalam materi penilaian sekolah aman secara daring,” ujar Sri Atmaja. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online