Pemilih Pemula Difabel Diajak Belajar Bersama Memahami Pilkada Bantul

Media Digital
Media Digital Kamis, 05 November 2020 12:17 WIB
Pemilih Pemula Difabel Diajak Belajar Bersama Memahami Pilkada Bantul

Sinau Pilkada Bersama Pelajar Penyandang Disabilitas di SLBN 1 Bantul DIY./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Pelanggaran dan pemenuhan hak-hak politik terhadap pemilih pemula, terlebih di kalangan pelajar disabilitas, adalah salah satu masalah dalam pendidikan politik pilkada di Indonesia.

Problem itu melatarbelakangi King Faisal Sulaiman, dosem Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMY mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Sinau Pilkada Bersama Pelajar Penyandang Disabilitas di SLBN 1 Bantul DIY.

PKM ini berlangsung pada 24 Agustus 2020 dan diikuti 40 pelajar difabel yang masuk kagetori pemilih pemula

Pendidikan politik untuk difabel memiliki beberapa tujuan.

“Pertama, memberikan pemahaman hak-hak politik pilkada. Kedua, kemampuan mengadvokasi diri, membangun posisi tawar, dan kesadaran politik d ikalangan pelajar disabilitas (pemilih pemula) terkait hak-hak kepemiluannya dalam pilkada. Program PKM UMY ini sekaligus memberikan dukungan penuh demi terwujudnya Pilkada Bantul yang bermartabat pada 9 Desember 2020 mendatang. Program ini berhasil, memberikan penguatan kapasitas hak-hak politik-kepemiluan bagi pelajar difabel SLBN 1 Bantul, selaku kelompok penerima manfaat,” kata King Faisal melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

PKM dikemas dengan model penyuluhan hukum pilkada, diskusi santai atau no formal dan dilanjutkan dengan simulasi/role playing.

“Materi penguatan kapasitas terkait hak-hak politik difabel yang dijamin UU Difabel dan UU Pilkada dan konstitus dijelaskan secara lugas. Juga termasuk, mensimulasikan tahapan partisipasi politik bagi pelajar difabel dalam pilkada; bagaimana memastikan diri mereka agar tercatat dalam DPT/mendapatkan suket.,” kata dia.

Materi lainnya adalah strategi advokasi memperjuangkan hah-hak kepemiluannnya yang dilanggar. Momentum ini sekaligus, membangun kesadaran politik difabel dan pentingnya mengetahui jejak rekam dan visi-misi para kandidats ehingga tidak asal memilih pemimpin daerah. Materi ini melibatkan empat narasumber yang berkompoten di bidangnya yakni Mestri Widodo, komisioner KPU Bantul dan  Nuril Hanif, Bawaslu Bantul.

Suasana makin hidup dengan kehadiran narasumber pembanding dari kalangan akademisi yakni King Faisal Sulaiman dan Nasrullah sebagai aktivis dan penggiat Pilkada.

“Program ini terselenggaranya atas kerjsama UMY dengan SLBN 1 Bantul. Berdasarakan hasil evaluasi dan monev, porgram ini, sangat potensial menjadi pilot project bagi kegiatan serupa terutama di DIY secara keseluruhan.  

Walau dilaksanakan secara daring karena pandemi, antusiasme para pelajar difabel untuk ikut sesuai target yang diharapkan. Spirit mensukseskan Pilkada Bantul pada 9 Desember 2020, terlihat dari beragam argumen dan komitmen yang disampaikan ketika kegiatan berlangsung,” kata King Faisal. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online