Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier kepada Generasi Muda
Direktur Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier dan kepemimpinan kepada mahasiswa Universitas Andalas melalui sesi Alumni Calling.
Sinau Pilkada Bersama Pelajar Penyandang Disabilitas di SLBN 1 Bantul DIY./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Pelanggaran dan pemenuhan hak-hak politik terhadap pemilih pemula, terlebih di kalangan pelajar disabilitas, adalah salah satu masalah dalam pendidikan politik pilkada di Indonesia.
Problem itu melatarbelakangi King Faisal Sulaiman, dosem Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMY mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Sinau Pilkada Bersama Pelajar Penyandang Disabilitas di SLBN 1 Bantul DIY.
PKM ini berlangsung pada 24 Agustus 2020 dan diikuti 40 pelajar difabel yang masuk kagetori pemilih pemula
Pendidikan politik untuk difabel memiliki beberapa tujuan.
“Pertama, memberikan pemahaman hak-hak politik pilkada. Kedua, kemampuan mengadvokasi diri, membangun posisi tawar, dan kesadaran politik d ikalangan pelajar disabilitas (pemilih pemula) terkait hak-hak kepemiluannya dalam pilkada. Program PKM UMY ini sekaligus memberikan dukungan penuh demi terwujudnya Pilkada Bantul yang bermartabat pada 9 Desember 2020 mendatang. Program ini berhasil, memberikan penguatan kapasitas hak-hak politik-kepemiluan bagi pelajar difabel SLBN 1 Bantul, selaku kelompok penerima manfaat,” kata King Faisal melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.
PKM dikemas dengan model penyuluhan hukum pilkada, diskusi santai atau no formal dan dilanjutkan dengan simulasi/role playing.
“Materi penguatan kapasitas terkait hak-hak politik difabel yang dijamin UU Difabel dan UU Pilkada dan konstitus dijelaskan secara lugas. Juga termasuk, mensimulasikan tahapan partisipasi politik bagi pelajar difabel dalam pilkada; bagaimana memastikan diri mereka agar tercatat dalam DPT/mendapatkan suket.,” kata dia.
Materi lainnya adalah strategi advokasi memperjuangkan hah-hak kepemiluannnya yang dilanggar. Momentum ini sekaligus, membangun kesadaran politik difabel dan pentingnya mengetahui jejak rekam dan visi-misi para kandidats ehingga tidak asal memilih pemimpin daerah. Materi ini melibatkan empat narasumber yang berkompoten di bidangnya yakni Mestri Widodo, komisioner KPU Bantul dan Nuril Hanif, Bawaslu Bantul.
Suasana makin hidup dengan kehadiran narasumber pembanding dari kalangan akademisi yakni King Faisal Sulaiman dan Nasrullah sebagai aktivis dan penggiat Pilkada.
“Program ini terselenggaranya atas kerjsama UMY dengan SLBN 1 Bantul. Berdasarakan hasil evaluasi dan monev, porgram ini, sangat potensial menjadi pilot project bagi kegiatan serupa terutama di DIY secara keseluruhan.
Walau dilaksanakan secara daring karena pandemi, antusiasme para pelajar difabel untuk ikut sesuai target yang diharapkan. Spirit mensukseskan Pilkada Bantul pada 9 Desember 2020, terlihat dari beragam argumen dan komitmen yang disampaikan ketika kegiatan berlangsung,” kata King Faisal. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktur Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier dan kepemimpinan kepada mahasiswa Universitas Andalas melalui sesi Alumni Calling.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.