KKN UMY Berdayakan Wanita Tani Dusun Sriten Melalu Pengembangan Keripik Singkong

Media Digital
Media Digital Jum'at, 06 November 2020 19:07 WIB
KKN UMY Berdayakan Wanita Tani Dusun Sriten Melalu Pengembangan Keripik Singkong

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), di Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), memberdayakan wanita tani di Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul, melalui pengembangan keripik singkong.

KKN yang dibimbing Indardi, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, ini berlangsung pada 3 Januari-10 Maret 2020 dengan sasaran 30 wanita tani Dusun Sriten.

“Tujuan kegiatan yaitu membantu masyarakat Dusun Sriten untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan melalui pengolahan hasil pertanian guna untuk meningkatkan ekonomi pendapatan masyarakat. Konsep kegiatan meliputi pengorganisasian kelompok, memberikan penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan kegiatan,” kata Indardi.

Kegiatan dimulai dari observasi untuk menggali permasalahan bersama mahasiswa KKN, dilanjutkan dengan diskusi bersama tokoh masyarakat (Kadus, Ketua kelompok tani, perwakilan wanita tani dan perwakilan PKK dari 4 RT, dan karang taruna), membuat kesepakatan program kerja bersama tokoh masyarakat (yang disepakati pembuatan keripik singkong aneka rasa), menyusun rencana kegiatan mencakup kegiatan penyuluhan (motivasi usaha bersama, penguatan kelembagaan, penyuluhan pembuatan keripik singkong, dan pentingnya membangun jejaring pasar), pelatihan (praktek pembuatan keripik singkong aneka rasa dan packaging), serta pendampingan jaringan pasar bersama mahasiswa KKN UMY.

Ketua PKK RT4 mengatakan kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan keripik singkong merupakan kegiatan yang tepat karena bisa menambah pendapatan keluarga secara mudah

“Selama pelaksanaan kegiatan ibu-ibu wanita tani pada semangat dalam mengikuti penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pasar. Tokoh masyarakat mengucapkan banyak terima kasih atas semua kegiatan yang dilakukan di Dusun Sriten dan juga atas bantuan alat perajang singkong otomatis, bantuan spinner, dan bahan-bahan lainnya yang diberikan. Diharapkan ada keberlanjutan pendampingan untuk ke depan,” kata istri Kepala Dusun Sriten. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online