Pengabdian UMY Bantu Persiapkan Akreditasi Klinik ‘Aisyiyah

Media Digital
Media Digital Minggu, 08 November 2020 19:07 WIB
Pengabdian UMY Bantu Persiapkan Akreditasi Klinik ‘Aisyiyah

Peningkatan Kemampuan Mencegah Insiden Keselamatan Pasien Melalui Analisis Modus Kegagalan dan Dampak yang dilakukan Tim Pengabdian UMY./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Arlina Dewi, dosen Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Peningkatan Kemampuan Mencegah Insiden Keselamatan Pasien Melalui Analisis Modus Kegagalan dan Dampak.

Kegiatan ini berlangsung di Jogja pada 21-23 Februari 2020 dan diikuti lebih dari 48 peserta dari pimpinan wilayah/ daerah \'Aisyiyah, pimpinan klinik, dan tim mutu klinik \'Aisyiyah di Indonesia

“Tujuan kami untuk mengetahui persepsi pimpinan dan tim mutu klinik tentang komitmen untuk menyiapkan akreditas setelah mengikuti pelatihan akreditasi klinik,” kata Arlina melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Pelatihan persiapan akreditasi klinik yang bekerjasama dengan persyarikatan ‘Aisyiyah telah diselenggarakan selama tiga hari. Materi pelatihan disampaikan oleh pakar di bidang akreditasi, yang di antaranya Quality & Patient Safety: Pengantar Akreditasi FKTP, Penerapan Keselamatan Pasien di FKTP, dan lain-lain. Pada hari terakhir kegiatan pelatihan, peserta dipandu untuk melakukan kunjungan ke klinik pratama 24 jam Firdaus UMY yang telah terakreditasi dan pengabdi mengambil data  dengan mengunakan kuesioner terbuka setelah peserta mengikuti pelatihan akreditasi.

“Peserta puas dengan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan memiliki pemahaman tentang akreditasi. Hal ini memberikan dampak positif bagi peserta, sehingga mampu mengevaluasi kendala yang dialami dalam mempersiapkan akreditasi. Sebagian besar klinik mengalami kendala karena adanya faktor internal, faktor klinik, dan komitmen persyarikatan. Faktor internal, kendala terjadi dari dalam individu karyawan, meliputi pengetahuan, kepedulian, dan persiapan karyawan dalam melakukan akreditasi klinik; faktor klinik terkendala karena fasilitas dan sarana prasarana, pelayanan klinik, dana, dan adanya pengaruh pemiliki klinik; dan komitmen pimpinan daerah yang kurang mendukung dalam mempersiapkan akreditsai klinik,” ujar Arlina. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online