UMY Kenalkan Platform Mupat Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

Media Digital
Media Digital Senin, 09 November 2020 04:07 WIB
UMY Kenalkan Platform Mupat Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

Pelatihan pembelajaran daring di SMA Muhammadiyah 4 Jogja./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Mariska Intan Sari, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberdayakan guru SMA Muhammadiyah 4 Jogja melalui Smart School Website.

Kegiatan ini berlangsung di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta dan UMY pada 12 Juni 2020 sampai dengan 3 November 2020 dan melibatkan 45 anggota tim IT dan guru SMA Muhammadiyah Yogyakarta.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan sekolah dan memberdayakan para guru di SMA Muhammadiyah 4 Kotagede Yogyakarta untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara maksimal meskipun di tengah-tengah pandemi Covid-19 dengan cara membuatkan platform pembelajaran daring berbasis Moodle dan memberikan pelatihan kepada tim IT sekolah untuk bisa memanage platform tersebut, dan juga pelatihan untuk para guru agar bisa menggunakan platform tersebut untuk proses KBM. Platform e-learning ini kami namakan Mupat Belajar,” kata Mariska. 

Tim Pengabdian UMY bekerja sama dengan tim BSI UMY untuk membuat platform pengajaran daring berbasis Moodle seperti yang selama ini digunakan di UMY yang bernama MyKlass, tetapi dibuat khusus untuk SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

“Platform ini kemudian diberi nama Mupat Belajar. Setelah platform selesai dibuat, kami kemudian memberikan training kepada tim IT sekolah yang nantinya akan memanage platform tersebut. Kemudian diikuti oleh training on trainers untuk 10 guru plus tim IT sekolah tentang pemanfaatan platform Mupat Belajar tersebut untuk proses KBM. Training ini dilaksanakan dua kali di UMY, sekali di sekolah. Para guru ini lah yang nantinya akan membantu tim pengabdi untuk melatih guru-guru yang lain sehingga semuanya akhirnya bisa menggunakan Mupat Belajar untuk proses KBM,” kata dia.

Menurut dia, program ini dapat terlaksana dengan baik dan telah menghasilkan satu platform pembelajaran daring bernama Mupat Belajar dan telah menghasilkan 85 kelas daring yang digawangi oleh 45 orang guru.

“Selanjutnya perlu dilakukan pelatihan-pelatihan lanjutan sehingga penggunaan platform ini bisa dilakukan secara lebih maksimal,” ujar Mariska. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online