PSIK UMY Beri Pelatihan Gerakan Taseksi kepada Kader Posyandi Sambikerep

Media Digital
Media Digital Selasa, 10 November 2020 11:42 WIB
PSIK UMY Beri Pelatihan Gerakan Taseksi kepada Kader Posyandi Sambikerep

Pelatihan Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (Taseksi) pada Masa Postpartum Melalui Kader Posyandu di Era New Normal Pandemi Covid-19 di Sambikerep, Kasihan, Bantul./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan LP3M UMY menyelenggarakan pengabdian masyarakat di Padukuhan Sambikerep, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Tema pengabdian masyarakat adalah Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (Taseksi) pada Masa Postpartum Melalui Kader Posyandu di Era New Normal Pandemi Covid-19.

Materi kegiatan disampaikan oleh dosen PSIK UMY  yaitu Riski Oktafia yang sekaligus menjadi ketua tim pengabdian masyarakat. Riskia memberikan meteri tentang cara edukasi yang benar dan perawatan ibu pasca melahirkan di era new normal. Pemateri kedia yaitu Nur Azizah Indriastuti, anggota tim pengabdian, tentang pencegahan masalah kesehatan pada periode pasca melahirkan.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang perawatan diri postpartum dan mampu mendeteksi dini tanda bahaya postpartum pada masyarakat sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi postpartum. Pelatihan bagi kader posyandu melalui gerakan tanggap sehat reproduksi. Gerakan Taseksi diharapkan mampu memberdayakan ibu postpartum dan keluarganya agar ibu dan bayinya melewati masa postpartum dengan sehat dan sejahtera,” kata Riski melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berkomitmen memberikan edukasi kesehatan pada ibu pasca melahirkan dan keluarganya karena selama ini para kader di wilayah tersebut belum mendapatkan pelatihan khusus bagaimana caranya melakukan edukasi yang benar. Salah satu kader posyandi menyampaikan bahwa banyak ibu-ibu pasca melahirkan yang masih percaya mitos yang bertentangan dengan kesehatan pada ibu pasca melahirkan sehingga dibutuhkan edukasi yang tepat agar tidak menganggu kesehatan.

Longgar, Kepala Dusun Sambikerep juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kader dan berharap para kader dapat memberikan edukasi yang sesuai. Dia juga berharap bahwa kegiatan ini bisa berlanjut dengan topik yang berbeda.

“Kesimpulan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, keteerampilan dan motivasi para kader dalam memberikan edukasi kesehatan melalui gerakan tanggap sehat reproduksi,” ujar Riski.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online