Dosen Vokasi UMY Kembangkan Keterampilan Juru Las

Media Digital
Media Digital Selasa, 10 November 2020 19:37 WIB
Dosen Vokasi UMY Kembangkan Keterampilan Juru Las

Zuhri Nurisna, dosen Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan keterampilan pengelasan pada kelompok usaha bengkel las Desa Palur, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah./Istimewa

Harianjogja.com, SUKOHARJO—Zuhri Nurisna, dosen Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan keterampilan pengelasan pada kelompok usaha bengkel las Desa Palur, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah,  15 Juli - Oktober 2020.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) itu diikuti 20 peserta yang terdiri dari juru las (welder).

“Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu bentuk kepedulian civitas akademika terhadap masyarakat yang dilakukan di kelompok usaha bengkel las di Palur, Mojolaban, Sukoharjo sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelatihan dan penerapan teknologi pengelasan untuk membantu pelaku usaha las  melakukan pengelasan perbaikan produk alumnium secara efektif dan kualitas yang lebih baik,” kata Zuhri.

Berdasarkan hasil identifikasi masalah maka welder diberikan pelatihan bagaimana melakukan pengelasan aluminium menggunakan las asetilin yang baik dan benar sesuai dengan referensi ilmiah yang ada. Pelatihan yang dilakukan meliputi identifikasi pemilihan bahan filler las asetilin yang baik. Bahan filler las yang disarankan yaitu dari bahan Al-5wt % Si, kemudian dilakukan tahap pelatihan pencairan bahan filler menjadi batangan. Tahap terakhir yaitu pelatihan tentang penentuan jenis nyala api asetilin yang didasarkan pada jenis bahan dan ketebalan bahan yang dilas.

Tahapan kedua dalam pengabdian ini adalah pemberian hibah alat las Tungsten Inert Gas beserta seperangkat alat las dan tabung gas argon kepada kelompok usaha Anugerah Las. Pelatihan penggunaan alat las TIG ini juga diberikan pada pengabdian ini, hal ini ditujukan untuk mendapatkan hasil pengelasan yang lebih baik dibandingkan dengan las asetilin. Pelatihan las TIG ini meliputi : set up peralatan las, pemilihan jenis arus dan polaritas kutub berdasarkan jenis bahan yang dilas, set up elektroda tungsten dengan beberapa variasi ukuran diameter tungsten, penyetelan laju aliran gas argon, penyetelan besaran arus pengelasan dan pelatihan teknik operasional las TIG sesuai dengan referensi ilmiah. Setelah pelatihan dilakukan monitoring secara berkala setiap minggunya untuk memantau perkembangan ketrampilan welder dalam penggunaan alat las TIG.

Alat ini las TIG ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan las asetilin diantaranya : aliran gas argon pada pengelasan TIG menjadikan hasil lasan tidak teroksidai oleh udara dari luar, hasil lasan lebih kuat karena penetrasi las yang dalam dan ketahanan korosi lebih tinggi, hasil pengelasan lebih bersih, pusat panas sangat kecil sehingga menimalisir terjadinya deformasi. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online