Jogja Halal Festival 2026 Resmi Diluncurkan, Bidik Pasar Global
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Sop Ayam Omah Sawah./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Muhammad Miftahun Nadzir, dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Peningkatan Penjualan Sop Ayam Kampung Omah Sawah Melalui Digital Marketing dan Perbaikan Aspek Produksi.
PKM di Sop Ayam Kampung Omah Sawah Patukan, Ambarketawan, Gamping, Sleman, ini bertujuan meningkatkan penjualan dengan digital marketing dan perbaikan aspek produksi
Kegiatan dimulai dengan melakukan identifikasi masalah yang dihadapi oleh mitra. kemudian, pengusul menemukan bahwa penjual mengalami kesulitan dalam meningkatkan penjualan dikarenakan kurangnya promosi dan brand visibility di masyarakat.
“Padahal, dari segi kualitas rasa maupun tampilan, produk makanan di warung ini sudah mumpuni. Selain itu, masih sederhananya penataan warung membuat daya tarik warung tersebut menjadi kurang diminati. Akhirnya pengusul memberikan solusi dengan memperkuat aspek pemasaran dengan digital marketing melalui edukasi penggunaan sosial media (instagram) dan marketplace (gojek),” ujar Muhammad.
Untuk mendukung hal tersebut, pengusul juga telah memberikan bantuan perangkat smartphone yang memadai guna memaksimalkan aktivitas digital marketing. Untuk aspek produksi, pengusul juga memberikan masukan terkait dengan.penataan lay-out dan juga memberikan dukungan pendanaan untuk perbaikan warung.
“Program Pengabdian PKM ini secara nyata telah membantu masyarakat dalam menghadapi persoalan di bidang bisnis dengan tidak hanya memberikan bantuan materiil namun juga immateriil berupa edukasi tentang aspek pemasaran dan produksi agar mampu menjadi bisnis yang sustainable dimasa mendatang. Dampak dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik bisnis namun juga masyarakat sekitar yaitu dengan adanya destinasi kuliner yang berkualitas namun juga terjangkau,” ujar Muhammad.
Iwan, pemilik warung sangat menyambut baik kegiatan pengabdian ini, karena sebelum adanya pendampingan beliau sangat kebingungan untuk memaksimalkan penjualanya. Tentunya, dengan adanya perbaikan yang dilakukan di aspek pemasaran dan produksi, respon masyarakat untuk mendatangi warung meningkat dan bahkan menjadi destinasi kuliner favorit. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Kejagung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka kasus dugaan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menahannya selama 20 hari.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.