BEDAH BUKU: Warga Diajak Kelola Sampah Jadi Sumber Penghasilan
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Pendampingan pembuatan keripik kimpul dengan mesin./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan bantuan dan pendampingan kepada Industri Rumahan Keripik Kimpul Dusun Prayan, Sendangsari, Kecamatan Minggir, Sleman. Kegiatan ini bertujuan menyelesaikan masalah efisiensi proses produksi dengan cara membantu pengadaan mesin pemotong.
Ketua PKM, Julia Noermawati Eka S, dosen Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam UMY mengatakan kegiatan sudah berlangsung pada April 2020. “Tujuan lain kegiatan ini adalah menyelesaikan masalah pengemasan produk yang masih sangat sederhana yang akan diatasi dengan pengadaan mesin pres untuk merekatkan plastik kemasan,” ujar dia.
Menurut Julia, setelah itu dilakukan pelatihan dan pendampingan pengemasan produk dengan mesin pres dan pembubuhan merk dagang dengan sablon plastik. Sebelumnya tim pengabdian melakukan pengadaan mesin pemotong untuk mengiris kimpul yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pendampingan proses produksi menggunakan alat tersebut agar menjadi keripik.
Dengan menggunakan mesin pemotong, tingkat ketebalan keripik dapat pas dan konsisten. Selain itu, dengan menggunakan mesin pemotong dapat meningkatkan efisiensi produksi karena waktu yang digunakan untuk mengiris kimpul menjadi lebih singkat.
Selain mesin pemotong, mitra juga membutuhkan kompor untuk proses produksi sehingga dilakukan juga pengadaan kompor guna menggoreng bahan baku setelah diiris dengan menggunakan mesin pemotong.
Kegiatan berikutnya adalah pelatihan pengemasan produk. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengatasi masalah pengemasan produk yang masih kurang maksimal. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan mesin pres agar tidak dilakukan dengan manual.
Selanjutnya, untuk pembubuhan merk pada produk dilakukan dengan cara sablon plastik, sehingga pembubuhan merk tidak lagi manual menggunakan kertas. Dengan pengemasan yang baik dan menarik, sehingga nilai jual produk keripik kimpul menjadi meningkat.
Menurut Julia, dengan adanya program pengabdian masyarakat LP3M UMY ini sangat membantu industri rumahan seperti mereka. Berdasarkan uraian kegiatan yang telah dilaksanakan bersama mitra, maka dapat disimpulkan bahwa mitra pengabdian telah mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangkan usaha.
Masalah efisiensi produksi terselesaikan dengan kehadiran mesin pemotong kimpul dan masalah pengemasan terselesaikan dengan hadirnya mesin pres dan penggunaan plastik kemasan yang memiliki desain menarik dan sudah disablon. Untuk itu, industri rumahan keripik kimpul ini sangat berpotensi untuk lebih maju dan berkembang. Semoga semua yang sudah dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.