Omzet Baju Turun Drastis, Kelompok Jahit di Wanujoyo Dilatih Diversifikasi Produk

Media Digital
Media Digital Selasa, 29 Desember 2020 19:57 WIB
Omzet Baju Turun Drastis, Kelompok Jahit di Wanujoyo Dilatih Diversifikasi Produk

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan Bantul. /Ist-dok UMY


Harianjogja.com, BANTUL- Di masa pandemi Covid-19, para penjahit di Dusun Wanujoyo Lor Srimartani Piyungan Bantul menghadapi permasalahan pesanan produk berupa baju menurun cukup drastis.

Kelompok jahit "Mandiri" yang anggotanya adalah ibu-ibu rumah tangga membutuhkan pengembangan usaha untuk meningkatkan penerimaan order. "Sehingga dibutuhkan diversifikasi produk dan juga peningkatan manajerial pengelolaan organisasi," kata Dosen Teknologi Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sotya Anggoro.

Sotya yang mengadakan program pengabdian masyarakat di dusun tersebut pada Mei sampai Agustus 2020 kemudian memberikan solusinya. Pertama adalah penambahan alat atau mesin jahit dengan skala produksi sehingga bisa digunakan untuk menjahit dengan jenis bahan yang lebih beragam.

Kemudian pengembangan produk baru, dimana masih dalam masa pandemi Covid-19 maka salah satu produk yang dibuat adalah masker kain yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Metode yang dilakukan yaitu pengadaan alat, pelatihan dan pendampingan.

Pelatihan dan pendampingan menggunakan mesin jahit skala produksi, meningkatkan keterampilan menjahit dan mendesain model masker yang nyaman dipakai dan sesuai standar WHO serta pelatihan mengenai pengelolaan UMKM.

Setelah didapatkan kesepakatan mengenai hari dan tanggal pelaksanaan program pengabdian, selajutnya dilaksanakan serah terima alat berupa mesin jahit skala produksi merk Juki. Selanjutnya, dilakukan pelatihan pengoperasian mesin skala produksi dan pembuatan design jenis produk yang banyak dibutuhkan saat ini seperti masker.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh instruktur jahit dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jahit dan praktisi jahit senior. Materi pelatihan meliputi dari cara membuat desain masker yang nyaman, membuat pola, memotong kain dan menjahit hingga jadi. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2020.
 
Agar supaya materi – materi pengabdian yang telah disampaikan kepada Kelompok Jahit Mandiri bisa berkelanjutan dan justru bisa berkembang lebih bagus lagi, maka dibutuhkan peningkatan softskil anggotanya yaitu dengan memberikan pelatihan tentang manajerial pengelolaan usaha berskala mikro.

Pelatihan ini disampaikan oleh tenaga ahli dari pusat studi pariwisata UGM yang sekaligus pelaku bisnis berskala mikro.

"Ketua RT dan ketua Kelompok jahit berterima kasih atas dilaksanakannya program pengabdian masyarakat ini, dan harapannya program pengabdian ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun di dusun Wanujoyo," katanya. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online