Ini Empat Indikator Kinerja yang Harus Dicapai Lurah Baru Bantul
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Kegiatan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi kepada kader dan pengurus Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Ngawen, Klaten. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Yunita Furi Aristyasari melakukan pengabdian masyarakat dengan memberi pendampingan dan sosialisasi tentang Kesehatan reproduksi kepada kader dan pengurus Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Ngawen, Klaten. Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman terkait Kesehatan reproduksi.
Yunita Furi Aristyasari menjelaskan kesehatan reproduksi adalah keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi kegiatan reproduksi tersebut.
“Reproduksi perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi dibandingkan laki-laki, seperti kehamilan, melahirkan, aborsi yang tidak aman, dan pemakaian alat kontrasepsi. Hal ini dikarenakan struktur alat reproduksi perempuan lebih rentan secara sosial maupun fisik terhadap penularan Infeksi Menular Seksual, termasuk penyakit HIV/AIDS,” katanya kepada Harianjogja.com.
Kepada para peserta pihaknya memberikan sejumlah tips dalam menjaga kesehatan reproduksi. Antara lain membersihkan organ intim dengan benar, konsumsi makanan sehat, mengelola stress, menjaga berat badan dan istirahat yang cukup.
“Jika merasa stres, coba lakukan relaksasi atau hal-hal yang membuat senang seperti jalan-jalan, olahraga, pijatan, atau yoga. Istirahat harus cukup, orang dewasa, baik pria maupun wanita, membutuhkan waktu tidur selama 7-9 jam setiap malamnya,” ujarnya.
Ia menambahkan menjaga kesehatan reproduksi bagi seorang wanita selain sebagai anjuran untuk menghindarkan diri dari berbagai penyakit yang mematikan, juga bertujuan agar kehidupan seorang wanita menjadi lebih Bahagia dan dapat menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu menjadi optimal.
“Selain karena merupakan anjuran dari sisi medis, menjaga kesehatan reproduksi sendiri merupakan bagian hikmah dan kebaikan yang secara tidak langsung terdapat dalam syariat agama Islam. Di antara beberapa syariat Islam itu adalah perintah untuk bersuci, memperhatikan aturan-aturan berpakaian bagi Muslimah, dan menghindarkan diri perzinahan dengan menikah,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, Sleman City Hall dan lokasi SIMMADE. Simak jam layanan serta persyaratannya.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Lima remaja SMP dan SMK diamankan warga di Karangnongko, Klaten. Mereka diduga hendak nglitih dan kedapatan membawa stik golf serta selang.
Polisi mendalami motif penyerangan tiga jemaah Masjid Darul Ma’arif di Duren Sawit. Sejumlah senjata tajam dan tabung gas ditemukan.
Program Gentengisasi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi. Sugiono menyebut program ini berpotensi menggerakkan UMKM dan membuka lapangan kerja.