UMY Bantu BMT Hadapi Pandemi dengan Budi Daya Ikan dalam Ember

Media Digital
Media Digital Senin, 08 Februari 2021 07:07 WIB
UMY Bantu BMT Hadapi Pandemi dengan Budi Daya Ikan dalam Ember

Budi daya ikan dalam ember./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Lilies Setiyartiti, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyalarta (UMY) membuat budi daya ikan dalam ember (budikdamber) sebagai usaha alternatif penyelamat mitra usaha BMT-UMY.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) itu berlangsung di Jln.Ibu Ruswo 41, Yogyakarta dengan sasaran mitra BMT UMY yang terkena dampak pandemi sangat serius.

“Tujuan kami agar mitra BMT UMY dapat berusaha kembali, sehingga dapat emenuhi kewajiban finansialnya kepada BMT UMY,” ujar Lilies.

Langkah awal pengabdian adalah melakukan koordinasi dengan BMT UMY terkait kerja sama dalam rangka membantu mitra usaha BMT UMY yang mengalami masalah serius akibat dampak pandemi Covid-19. Koordinasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan persepsi yang sama mengenai upaya yang akan dilakukan untuk membantu mitra usaha bermasalah tersebut. Persepsi tersebut antara lain adalah siapa yang akan menjadi sasaran utama kegiatan, dan bagaimana menentukan sasaran tersebut, agar kegiatan pengabdian ini bsa berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal pada mitra sasaran tersebut.

“Langkah berikutnya, melakukan seleksi terhadap 28 mitra usaha yang usahanya mengalami masalah serius akibat pandemi berdasarkan pada kaidah-kaidah bisnis syari’ah yang selama ini diterapkan di BMT UMY. Kriteria dalam seleksi antara lain adalah : jumlah pembiyaan di BMT UMY, track record dari calon sasaran, tingkat keparahan masalah yang dialami akibat pandemi, potensi memiliki keberlanjutan usaha setelah kegiatan pengabdian berarkhir, serta motivasi mitra dalam menjalankan program budikdamber ini,” kata dia.

Setelah diadakan seleksi, maka pelaksanaan program kepada mitra dilakukan pelatihan budikdamber. Sistem kerja dari budidaya ikan dalam ember dengan sistem Aquaponik ini adalah membudidayakan ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem Aquaponik (polikultur ikan dan sayuran). Biasanya dalam sistem Aquaponik yang berkembang selama ini membutuhkan pompa dan filter yang akhirnya membutuhkan listrik, lahan yang luas, biaya yang mahal dan rumit. Budikdamber ini merupakan kebalikan dari cara yang rumit tersebut. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online