Dosen UMY Dampingi Celengan Wakaf di Banguntapan

Media Digital
Media Digital Senin, 08 Februari 2021 17:37 WIB
Dosen UMY Dampingi Celengan Wakaf di Banguntapan

Yuli Utami, dosen Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi dan menguatkan program Celengan Wakaf untuk permodalam UMKM Paguyuban Kridha Wanita Banguntapan, Bantul./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Yuli Utami, dosen Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi dan menguatkan program Celengan Wakaf untuk permodalam UMKM Paguyuban Kridha Wanita Banguntapan, Bantul.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berlangsung di Jogoragan Banguntapan-Bantul  Januari 2020 sampai dengan Juli 2020 dan diikuti empat pengurus Koperasi (bank sampah) Paguyuban Kridha Wanita Jogoragan Banguntapan Bantul.

Pandemi membuat PKM terbatas, tidak memungkinkan untuk berkumpul dengan anggota, rapat juga terbatas melalui zoom/video call, dan pertemuan langsung terbatas waktu.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar pengurus dapat memiliki bekal untuk mengedukasi masyarakat anggota paguyuban produktif secara ekonomi yakni masyarakat di Jogoragan Kecamatan Banguntapan yang ingin mentransfer "sistem permodalan UMKM" (bank sampah) dari bentuk arisan berbunga yang mereka aplikasikan selama ini menjadi celengan wakaf,” kata dia.

Celengan Wakaf adalah program pengabdian untuk memperkenalkan model permodalan mikro abadi yang diperoleh dari laba pembiayaan mudharabah dan musyarakah. Modal ini akan terus diputar seiring dengan banyaknya pengajuan pembiayaan anggota lembaga keuangan mikro jogoragan yang baru di inisiasi. lembaga ini sebelumnya sudah ada, bentukan dari bank sampah, tapi masih menggunakan sistem bunga (walau itu kecil, tetap dikatakan bunga, yang tidak mengandung kemaslahatan). program pengabdian ini diharapkan berlanjut dilaksanakan di Jogoragan, sebagai upaya penguatan kelembagaan dan literasi model syar\'i untuk anggota

“Mereka sangat terkesan dan antusias terhadap program ini dan berharap akan muncul program serupa (babak kedua), sebab bantuan baru berupa manajemen dan modal yang akan dikelola pengurus. Mereka berharap program ini dilanjutkan dengan melibatkan masyarakat anggota (edukasi langsung ke anggota paguyuban),” ujar Yuli. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online