Megawati Dorong Laut Jadi Pusat Geopolitik dan Inovasi Nasional
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya kedaulatan kelautan dalam cara pandang geopolitik
KKN IT UMY 088 beserta Muhammad Fariez Kurniawan, dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY mengadakan kegiatan bertema "Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan dan Sabun Cuci Piring dari Lidah Buaya" di Margoluwih, Seyegan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—BUMDes Makarti merupakan suatu badan usaha milik Kalurahan Margoluwih, Seyegan, Sleman yang memiliki potensi dalam bidang pertanian yaitu pertanian lidah buaya. Hasil dari pertanian yang berupa lidah buaya tersebut cukup melimpah, namun dalam hal pengelolaan hasil pertanian belum efektif dikarenakan belum adanya produk bernilai ekonomis yang bisa dihasilkan dari melimpahnya hasil panen lidah buaya tersebut.
Sebagai upaya dalam mewujudkan pengelolaan lidah buaya menjadi produk bernilai ekonomis tersebut, maka pada tanggal 13 Februari 2021 kelompok KKN IT UMY 088 beserta Muhammad Fariez Kurniawan, Dosen Pembimbing Lapangan yang memiliki keahlian dalam bidang kefarmasian mengadakan sebuah kegiatan “Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan dan Sabun Cuci Piring dari Lidah Buaya”. Kegiatan tersebut dilakukan bersama pengurus BUMDes Makarti serta masyarakat disekitar BUMDes Makarti.
Kegiatan ini diawali dengan trial formulasi produk sabun cuci tangan dan sabun cuci piring sekaligus pembuatan video tutorial berkaitan dengan cara pengolahan lidah buaya menjadi sediaan sabun cuci tangan dan sabun cuci piring yang mana video ini akan diberikan kepada pihak BUMDes Makarti dan diunggah di social media sebagai sarana video pembelajaran. Setelah trial formulasi selesai dilakukan, dilanjutkan dengan evaluasi mutu sediaan sabun cair yang dihasilkan untuk memastikan bahwa sabun lidah buaya yang dihasilkan memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan.
Selanjutnya, setelah melakukan percobaan dan dipastikan menghasilkan sebuah produk yang baik maka pada Sabtu, 13 Februari 2021 dilakukan demonstrasi dan pelatihan cara pembuatan sabun lidah buaya oleh anggota KKN 088 bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan dan dipraktikan juga secara langsung oleh pengurus BUMDes Makarti. Hasil dari praktik tersebut kemudian digunakan langsung untuk mencuci peralatan-peralatan yang digunakan dalam praktik tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan sebuah wawasan baru dan skill kepada BUMDes Makarti dalam pengelolaan hasil pertanian lidah buaya, sehingga hasil pertanian BUMDes Makarti yang berupa lidah buaya dapat dimanfaatkan secara optimal. Hasil budidaya lidah buaya yang melimpah di BUMDes Makarti diharapkan dapat diolah menjadi sabun cuci tangan dan sabun cuci piring yang bernilai ekonomis dan dapat didaftarkan sehingga memiliki nomor izin edar yang legal sehingga dapat diperjualbelikan sebagai produk khas BUMDes Makarti yang pada akhirnya dapat menjadi produk unggulan dari BUMDes Makarti.
Tri Suwarno, pimpinan BUMDes Makarti, mengharapkan usaha pertanian lidah buaya yang dikelola oleh BUMDes dapat diolah menjadi sediaan perbekalan farmasi sehingga mampu menghasilkan suatu produk sabun cuci tangan dan sabun cuci piring yang khas berbahan dasar lidah buaya yang bernilai ekonomis. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya kedaulatan kelautan dalam cara pandang geopolitik
Jadwal pekan terakhir Liga Inggris, Italia, dan Spanyol 2026 penuh drama juara, degradasi, dan tiket Liga Champions.
VinFast luncurkan lini Green untuk kendaraan listrik komersial hemat biaya bagi taksi, logistik, dan armada bisnis.
Nomor WhatsApp Wakil Ketua DPRD Kota Jogja diretas usai membuka link palsu. Warga diminta waspadai modus penipuan siber terbaru.
KAI Daop 6 Jogja menyiapkan kereta tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Operasional wisata Candi Borobudur saat Waisak 2026 hanya dibuka hingga pukul 14.00 WIB. Sebanyak 2.570 lentera dan 570 drone disiapkan.