Tutup KLIC Fest 2026, Bupati : Klaten Selalu Jadi Rumah Pesepeda Dunia
Gala dinner di Candi Sewu tutup rangkaian KLIC Fest 2026 dengan pesan persahabatan internasional. Klaten kini makin mantap sebagai destinasi sport tourism dunia
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlangsung di Musala Al Mukmin Dusun Sambeng 2, Poncosari, Srandakan, Bantul, 14 Maret 2021./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlangsung di Musala Al Mukmin Dusun Sambeng 2, Poncosari, Srandakan, Bantul, 14 Maret 2021.
Musala meskipun berukuran kecil namun memiliki fungsi yang sama seperti masjid. Di tempat ini umat muslim biasa berkumpul untuk melakukan berbagai ibadah seperti sholat berjamaah, tadarus, pengajian, hingga menyampaikan informasi penting lainnya. Akan tetapi, dikarenakan ukurannya yang kecil ditambah dengan protokol kesehatan selama pandemic Covid-19 yang mengharuskan setiap jamaah untuk menjaga jarak memaksa sebagian jemaah beribadah di luar musala sehingga tidak bisa mendengar bacaan imam saat sholat berjamaah dan khutbah jumat. Permasalahan tersebut menjadi pertimbangan bagi Yudhi Ardiyanto, dosen Prodi Teknik Elektro UMY dan Frizki Yulianti Nurnisya, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMY untuk melakukan pengabdian masyarakat bagi jamaah Musala Al Mukmin Desa Poncosari Srandakan Bantul.
Musala yang dibangun oleh H. Supar pada Mei 2020 ini sebenarnya sudah memiliki peralatan sound system yang dibeli dengan dana swadaya masyarakat. Namun, peralatan tersebut hanya memiliki dua buah speaker outdoor yang biasa digunakan untuk adzan maupun memberikan pengumuman. Penggunaan speaker outdoor pada saat shalat maupun khutbah jumat tentu saja akan menggangu warga sekitar yang sakit atau non muslim sehingga waktu itu belum digunakan pengeras tersebut. Akibatnya suara kurang optimal karena jamaah yang berada di serambi dan halaman musala tidak bisa mendengar bacaan sholat dari imam ataupun ceramah yang disampaikan imam ustadz di dalam musala. Masyarakat setempat yang mayoritas merupakan petani dan peternak tidak miliki banyak kelebihan untuk mengupayakan perangkat yang lebih baik dan permasalahan ini terus berlanjut sepanjang tahun terutama pada saat pandemi. “Ya akhirnya orang gak khusuk pas sholat, imam sudah sujud atau jangan-jangan sudah rakaat berikutnya?” kata Ngali warga setempat dan mitra pengabdian masyarakat ini.
Maka pada Minggu, 14 Maret 2021 lalu kedua dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut melakukan pengabdian masyarakat dengan menyerahkan perangkat sound system yang bisa didengar hingga di luar musala bahkan dilengkapi dengan genset Hyundai HDG1880di yang memudahkan jamaah beribadah ketika ada pemadaman listrik yang sering terjadi di daerah tersebut. Pengurus musala langsung diberikan pelatihan sederhana cara penggunaan alat tersebut termasuk cara perawatannya sehingga bisa digunakan untuk waktu yang lama. “Kami sangat berterima kasih sekali dengan adanya pengabdian masyarakat dari UMY, apalagi ini mau masuk Ramadhan jadi nanti jamaah bisa lebih khusuk dalam beribadah meski tetap saling jaga jarak,” kata Ngali lagi. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gala dinner di Candi Sewu tutup rangkaian KLIC Fest 2026 dengan pesan persahabatan internasional. Klaten kini makin mantap sebagai destinasi sport tourism dunia
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.