UMY Sinergikan UMKM & Masyarakat untuk Optimalkan Potensi Desa Jambon Temanggung

Media Digital
Media Digital Selasa, 13 Juli 2021 22:27 WIB
UMY Sinergikan UMKM & Masyarakat untuk Optimalkan Potensi Desa Jambon Temanggung

Sinergi UMKM dan Masyarakat dalam Upaya Optimalisasi Potensi Desa Jambon

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berjudul Sinergi UMKM dan Masyarakat dalam Upaya Optimalisasi Potensi Desa Jambon yang diketuai oleh Dr.  Ietje Nazaruddin dengan anggota Fitri Wahyuni M.Si, dan Ilham Maulana Saud M.Si dengan dibantu oleh tim KKNIT Reguler 040 UMY berjalan sukses.

Pengabdian berlangsung di UMKM Mak Ridjah, UMKM Mister Farmer serta PKK, semuanya berlokasi di Desa Jambon, Gemawang, Temanggung  dimulai dari 15 Desember 2020 sampai dengan 22 Februari 2021

Desa Jambon, Gemawang  merupakan salah satu penghasil kopi di Kabupaten Temanggung. Wilayah desa Jambon termasuk dataran tinggi dengan tingkat kesuburan tanahnya yang baik. Desa ini memiliki 966 rumah tangga dengan jumlah berpenduduk 3.152 jiwa, terdiri dari 1.580 jiwa laki-laki dan 1.572 jiwa perempuan. Desa Jambon memiliki potensi di berbagai bidang, hal ini dikarenakan keadaan alamnya.  Kekayaan alam yang ada dimanfaatkan penduduk desa Jambon untuk berkebun kopi, yang menghasilkan  kopi arabika dan rodusta.   Hasil perkebunan kopi kemudian diolah oleh UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) diantaranya adalah Mak Ridjah dan Mister Farmer.  UMKM tersebut telah memasarkan produknya hingga keluar kabupaten.   

Hasil survei yang dilakukan oleh tim menunjukkan UMKM menghadapi permasalahan karena adanya pandemi Covid 19, yang menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan. Tim juga melakukan survei terhadap organisasi kemasyarakatan yaitu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan terlihat bahwa PKK belum dapat optimal didalam meningkatkan  kemandirian dan kesejahteraan keluarga.  Beberapa program pengabdian yang dilakukan guna mengatasi permasalahan ini adalah memberikan pelatihan dasar untuk meningkatkan tata kelola UMKM dan branding maupun digital marketing.

Untuk PKK dilakukan pendampingan kewirausahaan diantaranya kerajinan ecoprint dengan memanfaatkan hasil perkebunan kopi serta membangun kerjasama dengan UMKM yang ada.

“Hasil wawancara pada UMKM dan PKK menunjukkan mereka terbantu dengan program pengabdian dan adanya peningkatan penjualan 40% serta mengharapkan adanya keberlanjutan program pengabdian. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan UMKM maupun mengembangkan potensi kewirausahaan ibu-ibu PKK, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Ietje Nazaruddin, dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online