Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Talkshow KPU DIY bersama Harian Jogja di Tha Rich Hotel pada Senin (30/1/2023)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY memutakhirkan data calon pemilih dengan merekrut petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih). Pemutakhiran dilakukan agar masyarakat yang memiliki hak pilih terverifikasi dengan baik.
Pemilih yang terverifikasi dengan baik akan menentukan hasil pemilu yang lebih berkualitas. Pemutakhiran dilakukan juga untuk menanggulangi kemungkinan kecurangan, misalnya pemilih ganda.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU DIY, Ahmad Shidqi, menyebut garda terdepan verifikasi pemilih adalah pantarlih. “Dalam seminggu terakhir kami sudah membuka pendaftaran pantarlih, besok 31 Januari batas terakhir pendaftaran,” katanya saat talkshow KPU DIY bersama Harian Jogja di Tha Rich Hotel pada Senin (30/1/2023).
Shidqi memastikan pantarlih bertugas secara independen dan tidak partisan. “Syaratnya bukan anggota partai politik, supaya verifikasi berlangsung jujur dan adil,” ujarnya.
Pantarlih, jelas Shidqi, bertugas di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). “Pendaftarannya di kalurahan, tugasnya nanti membantu petugas pemilihan suara (PPS),” jelasnya.
Tugas Pantarlih, lanjut Shidqi, sangat vital karena menentukan jumlah pemilih di tiap TPS. “Kami menyusun data pemilih melalui Pantarlih, termasuk menyiapkan surat suara dan urusan teknis lainnya jadi sangat vital sekali tugasnya,” katanya.
Pantarlih, sambung Shidqi, akan bertugas dari satu rumah ke rumah untuk mendata pemilih dan melakukan verifikasi. “Termasuk verifikasi apakah ada pemilih yang sudah meninggal dan semacamnya, bertugas selama satu bulan,” ujarnya.
Pantarlih bertugas mendata pemilih tak sampai 300 orang. “Jumlah pemilih tiap TPS ini di DIY tak sampai 300 orang, jadi mendata orang segitu,” jelasnya.
Partisipasi masyarakat, jelas Shidqi, dapat dilakukan dengan bertugas sebagai pantarlih. “Jadi memang harus menggandeng masyarakat sebagai petugas pemilu termasuk menjadi Pantarlih ini penting,” terangnya.
Di DIY ada sekitar 12.000 TPS sehingga sedikitnya 12.000 pantarlih dibutuhkan.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang sudah mendaftar ini jadi semangat kami menjalankan pemilu yang bermartabat,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.