89,74 Persen Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
Anggota Bawaslu Jogja-Siti Nurhayati./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
JOGJA—Siti Nurhayati menjadi satu-satunya perempuan dalam jajaran komisioner Bawaslu Kota Jogja.
Meski begitu, jam terbangnya dalam dunia pemilu tak bisa dianggap enteng. Sejak 2013-2023, Siti sudah berkecimpung di dunia pemilu sebagai komisioner KPU Kota Jogja.
“Saya memang berkarir sebagai penyelenggara pemilu, dulu di proses pemilu 2014, saya sudah beberapa kali menjadi Panitia Pemungutan Suara [PPS] dan Panitia Pemilihan Kecamatan [PPK],” kata Siti saat ditemui di kantor Bawaslu Kota Jogja, Kamis (7/9/2023).
Sebelum terjun ke dunia pemilu, Siti laiknya masyarakat pada umumnya yang menghendaki agar proses penyelenggaraan pemilu dapat berjalan aman dan lancar.
BACA JUGA: Banyak Kampung di Jogja Pasang Baliho Larangan Kampanye, Bawaslu: Jangan Dilarang!
Meski begitu, bukan berarti lantas hal itu membuatnya pengin terjun langsung ke dunia politik. Tetapi untuk bisa menciptakan iklim demokrasi yang kondusif, panitia penyelenggara pemilu menurut dia adalah jalan yang paling logis ketimbang terjun langsung ke partai politik.
“Saat saya kuliah, saya tidak ingin dekat dan bergabung dengan partai. Saya lebih ingin netral dan bergabung dalam proses penyelenggaraan itu yang menarik saya ke sini [KPU dan Bawaslu],” kata Siti yang kini menjabat sebagai anggota Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kota Jogja tersebut.
Bagi perempuan kelahiran Jogja, 4 Juni 1979 itu, penyelenggaraan demokrasi di Kota Jogja kini sudah beranjak membaik. Menurutnya, masyarakat Kota Jogja telah memiliki kepedulian yang tinggi terkait dengan kepemiluan. “Masyarakat Kota Jogja angka melek politiknya sangat tinggi. Maka di proses pemilu masyarakatnya menjadi kritis,” ucap dia.
Sebagai bagian dalam pengawasan Pemilu, menurut Siti pihaknya pun berupaya untuk memberikan edukasi terkait pemilu kepada masyarakat luas. Dengan begitu dia pun berharap masyarakat dapat menjadi pemilih yang cerdas agar dapat terhindar dari isu SARA dan hoaks.
Selain itu upaya memfasilitasi agar pemilih difabel dapat menjalankan haknya untuk memilih di tahun depan pun berupaya difasilitasi. Dia pun mendorong agar pemilih disabilitas juga diberikan edukasi terkait dengan pemilu, dan difasilitasi untuk memilih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
Polri menetapkan DR sebagai tersangka TPPU bersama Febrie Adriansyah. DR telah ditahan, sedangkan Febrie masih menunggu proses di Kejagung.
Jaksa Agung menunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus. Simak profil, rekam jejak karier, dan harta kekayaannya.
Tren meningkatnya WNI melepas kewarganegaraan berpotensi memicu brain drain, dampak serius bagi Indonesia.
Menlu Sugiono menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran sekaligus membahas kerja sama bilateral dan isu perdamaian dunia.
Netflix menyebut film keluarga Indonesia konsisten masuk Global Top 10 selama empat tahun terakhir dan diminati penonton lokal.