Dorong UMKM Go International, Gibran Permudah Perizinan UMKM

Media Digital
Media Digital Rabu, 10 Januari 2024 23:37 WIB
Dorong UMKM Go International, Gibran Permudah Perizinan UMKM

Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka bersama Presiden Laskar Shalawat Muhammad Fawait menyapa warga Jember yang mengikuti kegiatan apel shalawat kebangsaan , di Jember Sport Garden, Rabu (10/1/2024) petang. Antara/HO-Panitia LSN.

JOGJA—Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka mengakui berat bagi UMKM go international. Beranjak dari permasalahan ini, Gibran berjanji akan memudahkan perizinan dan akses permodalan agar UMKM Indonesia semakin besar. 

Menurut Gibran, sulitnya akses pendanaan membuat minimnya jumlah UMKM yang menembus pasar internasional. Gibran menilai hal itu juga yang menjadi penyebab banyaknya kuliner UMKM asal Indonesia yang saat ini diklaim oleh negara lain. “Masalahnya ini kan perizinan dan permodalan,” tutur Gibran di Depok, Senin (11/12/2024).

Apabila UMKM lokal bisa melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri, maka klaim dari negara lain itu tidak akan terjadi di kemudian hari. Apalagi kuliner UMKM Indonesia sangat variatif. Misalnya saja kuliner bakso dan ayam penyet. Meski terbilang sederhana, makanan tersebut dapat didorong menjadi go international. Gibran mengatakan peran pemerintah sangat penting untuk membantu UMKM lokal agar bisa mendunia.

Menurut Gibran, terdapat sejumlah upaya yang bisa dilakukan pemerintah seperti memberikan stimulus, mempermudah proses perizinan dan memberikan permodalan kepada UMKM. “Kita harus memberikan dorongan kepada UMKM, misalnya membantu proses perizinan mereka, memberikan stimulan dan permodalan agar mereka bisa melebarkan sayapnya,” ujar Gibran.

Kredit Usaha

Hal ini senada dengan 17 Program Prioritas yakni melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Guna memperkuat program tersebut, pasangan calon (paslon) nomor dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka juga akan melanjutkan progam Kartu Kesejahteraan Sosial dan Kredit Usaha yang sudah sukses, dan menjangkau lebih banyak masyarakat dengan program kartu kesejahteraan dan kredit usaha baru. Gibran juga menyebutkan UMKM akan diberikan kredit yang akan menyasar pelaku bisnis milenial. Utamanya untuk kelompok usaha berbasis inovasi dan teknologi. "Sekarang sudah ada KUR, sudah ada yang namanya kredit mekar, sudah ada namanya wakaf mikro. Ada kredit ultra mikro. Nanti akan kami tambahkan lagi. Kredit start-up milenial," kata Gibran.

Hal tersebut kembali dipertegas Gibran saat Debat Cawapres yakni dengan menggenjot ekonomi kretif dan juga UMKM di Tanah Air. "Kita punya 64 juta UMKM yang menyumbang 61 persen untuk PDB," ujarnya, Jumat (22/12/2024).

Dia menambahkan upaya menggenjot ekonomi kreatif dan UMKM merupakan salah satu dari agenda untuk membuka 19 juta tenaga kerja selain dari melanjutkan hilirasi, dan melanjutkan pemerataan pembangunan tidak lagi Jawa sentris. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online