DPAD dan DPRD DIY Ajak Warga Kerek Budaya Literasi
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku
Gibran Rakabuming Raka.Antara
JOGJA—Calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka ingin menghidupkan kembali Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) untuk inkubasi ide-ide kreatif dari generasi muda.
Menurut Gibran, saat ini ada perubahan tren pekerjaan. Pasalnya anak muda saat ini tidak berminat kerja kantoran maupun menjadi aparatur sipil negara (ASN). Dari situasi ini, Gibran menilai Bekraf bisa menjadi solusi untuk anak muda Indonesia yang tidak ingin kerja kantoran dan terikat dengan waktu kerja. Pasalnya, melalui Bekraf seluruh anak muda Indonesia bisa lebih kreatif dan bekerja secara fleksibel serta efisien.
“Makanya kita mau menghidupkan lagi itu Bekraf, kalian tidak mau bekerja kantoran kan, tidak mau jadi PNS kan? Bekraf ini solusinya,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (30/1/2024).
Gibran juga mencontohkan dirinya sempat berhasil membuat beberapa creative hub di Kota Solo. Creative hub tersebut, menurut Gibran, bisa mewujudkan semua mimpi anak muda di Kota Solo. “Kalau di Solo itu juga ada Lokananta, Techno Park, dan beberapa inkubasi UMKM yang bisa membuat lapangan kerja baru,” katanya.
Baca Juga
Gibran Tawarkan Smart Farming dan Regenerasi Petani
Perangi Perubahan Iklim, Gibran Punya Jurus Andalan
Berkaitan dengan itu, Cawapres Gibran juga mengatakan dirinya ingin memberikan panggung seluas-luasnya untuk para musisi lokal di Indonesia. Sebab musisi lokal hingga daerah harus terus didorong agar bisa go internasional di kemudian hari. “Intinya kami ingin memperhatikan masalah royalti, makanya kita akan memberikan panggung sebanyak-banyaknya untuk musisi lokal dan daerah,” ujarnya.
Adapun Bekraf dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2014-2019. Dari keputusan ini, Presiden memisahkan tugas-tugas Ekonomi Kreatif dari Kementerian Pariwisata. Bekraf merupakan badan yang berada satu level di bawah kementerian, dan berfungsi memperkuat sektor ekonomi kreatif, termasuk perlindungan bagi karya kreatif seniman Indonesia. Visi Bekraf adalah membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030.
Bekraf juga menetapkan ada 16 subsektor dari industri kreatif yang menjadi fokus untuk dikelola dan dikembangkan. Setiap deputi kemudian menerjemahkan visi dan misi di atas melalui berbagai program unggulan yang bisa diimplementasikan dalam konteks 16 subsektor tersebut. Namun mulai 2019, Presiden Joko Widodo kembali melebur Bekraf dengan Kementerian Pariwisata. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku
I.League resmi rilis jadwal musim 2026/2027. Super League dimulai 4 September. Simak info League Cup terbaru untuk menambah jam terbang pemain di sini.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.